Peristiwa

Malam Jumat, DKM Al Mu’awanah Rutin Santuni Yatim dan Duafa!

×

Malam Jumat, DKM Al Mu’awanah Rutin Santuni Yatim dan Duafa!

Sebarkan artikel ini
Kegiatan santunan anak yatim piatu dan kaum duafa yang dirangkai dengan istigasah serta pengajian malam Jumat di Masjid Jami Al Mu'awanah, Kota Tasikmalaya, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan santunan anak yatim piatu dan kaum duafa yang dirangkai dengan istigasah serta pengajian malam Jumat di Masjid Jami Al Mu'awanah, Kota Tasikmalaya, Kamis (22/10/2026).

TASIKMALAYA – Di tengah lantunan doa dan suasana khidmat malam Jumat, kepedulian hadir membawa senyum dan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Melalui santunan anak yatim piatu dan kaum duafa, DKM Masjid Jami Al Mu’awanah Kota Tasikmalaya membuktikan bahwa memakmurkan masjid bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang berbagi kasih dan menguatkan sesama.

Kegiatan yang digelar pada Kamis malam, 22 Oktober 2026, berlangsung di Masjid Jami Al Mu’awanah, Jalan Sukalaya 1, RW 03, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Acara tersebut dirangkai dengan istigasah dan pengajian malam Jumat dalam suasana religius, penuh kehangatan, dan kebersamaan yang mendalam.

Beriringan dengan momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai keislaman tidak cukup hanya diwujudkan melalui ibadah. Nilai tersebut harus termanifestasi dalam kepedulian, kasih sayang, dan aksi nyata untuk membantu sesama yang sedang kesulitan.

Bagi keluarga besar DKM Jami Al Mu’awanah, masjid bukan sekadar tempat untuk bersujud dan menimba ilmu agama. Lebih dari itu, masjid diharapkan menjadi rumah bagi tumbuhnya kepedulian sosial serta ruang untuk saling menguatkan di tengah kehidupan masyarakat.

Kepedulian DKM Jami Al Mu’awanah juga diwujudkan melalui kegiatan sosial lainnya sebelum acara santunan ini digelar. Pengurus mengajak dua anak dari keluarga dengan latar belakang berbeda untuk berbelanja perlengkapan seragam sekolah, di mana salah satu anak telah kehilangan ibunya dan anak lainnya telah kehilangan ayahnya.

Melalui kegiatan tersebut, pengurus berupaya membantu memenuhi kebutuhan sekolah sekaligus memberikan perhatian agar keduanya tetap tekun belajar. Di balik perlengkapan sekolah yang mereka bawa pulang, tersimpan makna mendalam bahwa mereka tidak sendiri dan masih ada orang-orang tulus yang peduli.

Pengurus DKM Jami Al Mu’awanah, Awaludin yang akrab disapa Cinil, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. “Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal ibadah dan mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah SWT,” kata Awaludin kepada wartawan, Kamis malam.

Menurutnya, dukungan para donatur memiliki peran krusial dalam menjaga keberlangsungan kegiatan santunan dan membantu meringankan beban masyarakat. Bagi anak yatim piatu dan kaum duafa, santunan bukan sekadar tentang nilai bantuan materi yang diterima, melainkan bentuk perhatian dan harapan baru.

Sementara itu, Ketua DKM Jami Al Mu’awanah, H. Aep Saepudin, mengatakan bahwa kegiatan santunan tersebut direncanakan menjadi agenda rutin setiap bulan. “Selain untuk memakmurkan masjid, kami juga ingin meningkatkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan,” ungkapnya.

Selain istigasah, pengajian, dan santunan, DKM Jami Al Mu’awanah juga menjalankan program Subuh Mengaji yang terbuka bagi orang tua dan masyarakat umum. Program tersebut menjadi salah satu upaya pengurus untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan Al-Qur’an serta memperdalam ilmu agama.

“Kami juga memiliki program Subuh Mengaji bagi orang tua dan masyarakat umum, silakan warga yang ingin belajar mengaji datang ke masjid. Kegiatan ini terbuka dan gratis,” pungkasnya.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, DKM Jami Al Mu’awanah berharap masjid semakin hidup dengan kegiatan ibadah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Pada akhirnya, kepedulian sederhana, doa yang tulus, dan sedikit rezeki yang dibagikan mampu menjadi alasan bagi seseorang untuk kembali tersenyum dan menatap masa depan.