BANDUNG – Suara dentuman misterius dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah Bandung pada Sabtu dini hari, 24 Oktober 2026. Informasi tersebut diunggah akun Instagram @sekitarbandungcom setelah warga menyampaikan pengalaman serupa dari lokasi berbeda.
Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, suara dentuman 24 Oktober 2026 terjadi sekitar pukul 03.20 hingga 03.50 WIB. Rentang waktu itu merujuk pada kesaksian warga yang disampaikan kepada akun tersebut, meski lokasi spesifik pelapor belum dijelaskan terperinci.
Laporan mengenai suara yang terdengar serentak dari sejumlah lokasi membuat warga bertanya-tanya. Hingga informasi dipublikasikan, belum ada keterangan terverifikasi yang memastikan apakah suara berasal dari fenomena alam, aktivitas manusia, atau sumber lainnya.
Untuk mengungkap penyebabnya, diperlukan pemeriksaan terhadap sejumlah kemungkinan, termasuk data kegempaan, cuaca, aktivitas petir, serta informasi dari instansi berwenang. Pemeriksaan itu penting agar dugaan mengenai sumber suara tidak langsung dianggap sebagai kesimpulan.
Peristiwa serupa pernah dilaporkan di Bandung Raya pada 5 September 2026 silam. Ketika itu, warga mengaku mendengar dentuman berulang sejak malam hingga dini hari, yang juga memicu penelusuran berbagai pihak.
Dalam penyelidikan kejadian September tersebut, BMKG memeriksa data kegempaan, aktivitas petir, dan kondisi atmosfer. BMKG menyatakan dentuman saat itu tidak menunjukkan indikasi berasal dari gempa bumi di Bandung Raya.
Hasil itu hanya berlaku untuk kejadian yang diperiksa pada September dan tidak dapat digunakan untuk memastikan penyebab dentuman misterius Bandung pada 24 Oktober. Badan Geologi juga sempat menduga hubungan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau, namun dugaan itu belum bisa dijadikan penjelasan untuk peristiwa kali ini.
Fenomena suara dentuman yang terdengar dari jarak jauh memerlukan kajian lintas bidang untuk mengidentifikasi sumbernya. Data waktu kejadian, persebaran laporan warga, kondisi atmosfer, dan rekaman instrumen pemantauan dapat membantu para ahli menilai kemungkinannya.
Masyarakat yang mendengar dentuman diimbau tetap tenang dan mengutamakan informasi dari sumber resmi. Warga dapat menyampaikan laporan dengan mencantumkan waktu, lokasi, jumlah dentuman, serta apakah suara disertai getaran atau dampak lain.
Hingga informasi tersedia saat ini, penyebab dentuman misterius Bandung belum dapat dipastikan. Konfirmasi lebih lanjut dari BMKG maupun instansi berwenang masih diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi akurat dan tidak terjebak dalam dugaan yang belum terbukti




