BOURNEMOUTH – Kemenangan telak 3-0 AFC Bournemouth atas AC Milan pada matchday ketiga fase liga UEFA Europa League di Vitality Stadium menyisakan berbagai drama. Laga ini dipenuhi keputusan krusial, ketegangan tinggi, serta torehan sejarah baru yang menarik untuk diulas.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Bournemouth langsung mengambil inisiatif serangan. Laga baru berjalan delapan menit ketika Evanilson melepaskan sundulan yang mengenai tangan bek Milan, Koni De Winter, di area terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, dan Justin Kluivert dengan dingin menaklukkan Mike Maignan untuk membuka keunggulan.
Puncak drama terjadi pada menit ke-27 ketika Maignan tertangkap kamera mendorong wajah gelandang Bournemouth, Tyler Adams, hingga terjatuh. Aksi tersebut memicu keributan antar-pemain di lapangan. Setelah berdiskusi dengan VAR, wasit mengambil keputusan tegas: kartu merah Mike Maignan atas tindakan kekerasan dan hadiah penalti kedua.
Keputusan itu menuai protes keras dari kubu Milan. Pelatih Ruben Amorim terpaksa mengorbankan penyerang muda Omari Hutchinson demi memasukkan kiper cadangan berusia 21 tahun, Lorenzo Torriani. Setelah tertunda beberapa menit, Marcus Tavernier mengeksekusi penalti pada menit ke-32 dan menggandakan skor menjadi 2-0.
Bermain dengan 10 orang membuat taktik AC Milan berantakan. Sepanjang sisa pertandingan, tim tamu gagal keluar dari tekanan dan mencatatkan statistik minor: nol tembakan tepat sasaran dari total tiga percobaan. Bournemouth menutup malam bersejarah pada menit ke-84 melalui tendangan bebas melengkung Amine Adli yang membuat Torriani tak berkutik.
Kartu merah Mike Maignan menjadi kartu merah pertama yang diterima kiper AC Milan di kompetisi Eropa sejak bergabung. Ini juga menjadi salah satu performa ofensif terburuk Milan di Eropa karena gagal total menguji kiper Bournemouth sepanjang 90 menit.
Ketiga gol kemenangan Bournemouth seluruhnya lahir dari skema bola mati: dua penalti dan satu tendangan bebas langsung. Kemenangan ini menjaga rekor 100 persen Bournemouth di fase liga dengan 9 poin dari 3 laga. Bournemouth vs AC Milan Europa League pun menjadi panggung kesempurnaan The Cherries, sekaligus mimpi buruk bagi Rossoneri.




