Peristiwa

Pemkot Bandung Kembangkan Bdg-GoX untuk Integrasikan Jaringan Pemerintahan

×

Pemkot Bandung Kembangkan Bdg-GoX untuk Integrasikan Jaringan Pemerintahan

Sebarkan artikel ini
Infrastruktur Digital Bandung
Ilustrasi Infrastruktur Digital Bandung

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tengah mengembangkan inovasi infrastruktur digital bernama Bandung Government Internet Exchange (Bdg-GoX). Program ini dirancang untuk memperkuat kedaulatan informasi di tingkat daerah sekaligus mengintegrasikan jaringan internet dan aplikasi pemerintahan yang selama ini menggunakan infrastruktur serta penyedia layanan internet berbeda.

Pengembangan Bdg-GoX menjadi salah satu langkah Pemkot Bandung dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan. Melalui sistem tersebut, komunikasi data antarlembaga pemerintah diharapkan dapat berlangsung lebih efisien, aman, dan terkoordinasi. Selain mendukung kebutuhan internal pemerintahan, inisiatif ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik berbasis digital.

Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kota Bandung, Indra Arief Budyana, menjelaskan bahwa Bdg-GoX mengedepankan tiga tujuan utama, yakni integrasi jaringan, transparansi, serta kedaulatan informasi. Gagasan tersebut disampaikan dalam kegiatan SONATA Talkshow pada Kamis, 29 Oktober 2026. Menurutnya, penguatan infrastruktur informasi di tingkat kota diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian digital yang lebih luas.

Secara teknis, Bdg-GoX dikembangkan melalui konsep Internet Exchange, yaitu titik pertukaran lalu lintas data yang memungkinkan jaringan dari berbagai penyedia layanan internet saling terhubung secara langsung. Infrastruktur ini didukung server yang berada di Bandung Command Center (BCC) serta perangkat jaringan di Gedung BBU, kawasan Asia-Afrika, yang menjadi salah satu lokasi berkumpulnya penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP).

Untuk mendukung konektivitas tersebut, Diskominfo Kota Bandung juga telah membangun kabel jaringan mandiri yang menghubungkan kawasan Balai Kota dengan Gedung BBU. Keberadaan jalur ini memungkinkan penyedia layanan internet yang telah terhubung dengan simpul pertukaran jaringan untuk mengakses server pemerintahan secara lebih langsung tanpa harus melewati rute jaringan yang lebih panjang.

Salah satu manfaat yang diharapkan dari penerapan Bdg-GoX adalah penurunan latensi atau waktu jeda dalam pengiriman data. Dengan jalur koneksi yang lebih pendek, akses terhadap aplikasi dan server pemerintahan berpotensi menjadi lebih cepat. Efisiensi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pekerjaan perangkat daerah sekaligus meningkatkan pengalaman masyarakat ketika menggunakan layanan digital milik Pemkot Bandung.

Meski demikian, penerapan Bdg-GoX saat ini masih berada dalam tahap sosialisasi dan uji coba teknis. Diskominfo merencanakan pengujian awal dengan melibatkan sekitar 10 perangkat daerah sebelum sistem diperluas ke instansi lainnya. Tahapan tersebut diperlukan untuk mengevaluasi kemampuan jaringan, kestabilan koneksi, serta aspek keamanan sebelum diterapkan dalam skala yang lebih besar.

Pemkot Bandung menargetkan integrasi jaringan Bdg-GoX dapat menjangkau lebih dari 60 persen perangkat daerah pada 2027. Perluasan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil evaluasi teknis. Apabila pelaksanaannya berjalan sesuai rencana, integrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem komunikasi pemerintahan yang lebih terpadu dan mengurangi ketergantungan pada infrastruktur jaringan yang berjalan secara terpisah.

Pengembangan infrastruktur digital juga membutuhkan perhatian terhadap potensi ancaman siber. Indra mengingatkan bahwa keamanan jaringan tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga perilaku pengguna. Penggunaan kata sandi yang mudah ditebak, kelalaian memperbarui aplikasi, serta kurangnya kesadaran terhadap keamanan digital dapat membuka peluang terjadinya gangguan sistem maupun kebocoran informasi.

Sebagai langkah antisipasi, Diskominfo menerapkan penggabungan kapasitas bandwidth dari beberapa operator berbeda agar koneksi tetap memiliki jalur alternatif ketika salah satu penyedia mengalami gangguan. Pemkot Bandung juga menyiapkan fasilitas Disaster Recovery Center (DRC) di Bali sebagai pusat pemulihan cadangan apabila terjadi gangguan serius atau bencana yang berdampak terhadap infrastruktur digital di Bandung. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga keberlangsungan layanan pemerintahan.

Melalui pengembangan Bdg-GoX, Pemkot Bandung berharap pengelolaan jaringan dan informasi pemerintahan dapat semakin terintegrasi, transparan, serta memiliki tingkat kemandirian yang lebih baik. Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari tersambungnya jaringan antarlembaga, tetapi juga dari keamanan data, kestabilan layanan, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Dengan target perluasan pada 2027, Bdg-GoX menjadi salah satu langkah strategis Bandung dalam membangun ekosistem pemerintahan digital yang lebih efisien dan berdaulat.