Daerah

Tebing Ambles Ancam Jalan Provinsi, Sekolah Dievakuasi

×

Tebing Ambles Ancam Jalan Provinsi, Sekolah Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Tebing ambles
Ancaman longsor menghantui aktivitas warga dan pelajar setelah tembok penahan tebing (TPT) di sekitar SDN Bunter mengalami ambles di Desa Cikareo Selatan, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.

Ancaman longsor menghantui aktivitas warga dan pelajar setelah tembok penahan tebing (TPT) di sekitar SDN Bunter mengalami ambles di Desa Cikareo Selatan, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.

Pergerakan tanah dilaporkan terjadi Kamis malam (12/2/2026) sekitar pukul 21.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan intensitas tinggi. Posisi sekolah yang berada di atas jalan raya provinsi membuat kondisi ini dinilai berbahaya. Jika longsor susulan terjadi, material tebing berpotensi menutup jalur transportasi utama sekaligus mengancam keselamatan warga.

Wakil Bupati M Fajar Aldila turun langsung meninjau lokasi pada Sabtu (14/2/2026). Ia menyebut prioritas utama pemerintah saat ini adalah mencegah longsor lanjutan.

“Untuk tahap awal akan dilakukan pemerataan tanah agar tidak terjadi pergerakan lanjutan,” kata Fajar di lokasi.

Ia menjelaskan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Dinas PUTR, DLHK, serta BPBD. Tim BPBD kini melakukan asesmen kondisi struktur tanah untuk menentukan langkah penanganan permanen.

Menurutnya, mitigasi dini penting agar kejadian tidak berkembang menjadi bencana besar, terlebih posisi tebing berada tepat di atas jalur lalu lintas aktif.

“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi longsor. Harus ada mitigasi risiko awal dan segera dieksekusi,” tegasnya.

Sementara itu, aktivitas belajar mengajar diminta lebih waspada karena area sekolah berada dalam zona rawan. Aparat desa bersama petugas juga disiagakan untuk memantau retakan tanah.

Fajar mengimbau warga, khususnya yang tinggal di lereng dan perbukitan, meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana longsor mengingat Februari masih menjadi puncak musim hujan.

“Ketika hujan deras turun, warga harus saling mengecek kondisi sekitar. Jangan menunggu tanda besar dulu baru bergerak,” ujarnya.

Pemerintah daerah menyiapkan langkah lanjutan berupa penguatan struktur tebing setelah hasil kajian teknis keluar. Hingga saat ini, kawasan sekitar masih dalam pemantauan ketat untuk mengantisipasi longsor susulan yang bisa mengisolasi jalur provinsi maupun membahayakan permukiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *