Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmen penuh Partai Demokrat untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto. Dukungan itu disebut sebagai bagian dari tanggung jawab politik demi memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global abad ke-21.
Dalam pidatonya, AHY menekankan pentingnya daya saing (competitiveness) dan ketahanan nasional (resilience) agar Indonesia tidak menjadi “penonton di negeri sendiri”.
“Kita tidak boleh tertinggal, tidak boleh menjadi pecundang. Daya saing bangsa akan menentukan apakah kita menjadi bangsa pemenang di abad ini,” tegas AHY.
Menurutnya, Demokrat ingin memastikan pembangunan berjalan adil dan berkelanjutan. Ia menekankan visi kemakmuran bersama tanpa meninggalkan satu kelompok masyarakat pun.
“Tidak boleh ada satu pun wilayah, satu generasi, atau satu kelompok yang tertinggal. Semua harus maju dan sejahtera,” ujarnya.
AHY juga mengajak kader partai mempersiapkan generasi penerus kepemimpinan nasional. Ia mengutip pepatah Tiongkok bahwa waktu terbaik menanam pohon adalah 20 tahun lalu, dan waktu terbaik kedua adalah sekarang.
Karena itu, Demokrat diminta tidak hanya fokus pada kemenangan pemilu, tetapi juga mencetak pemimpin masa depan.
“Kepemimpinan hebat adalah yang menyiapkan generasi berikutnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, AHY turut mengapresiasi tokoh motivator Merry Riana yang menjadi Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional 2026 serta menyambut bergabungnya komunitas Tionghoa ke dalam keluarga besar Demokrat.
Menurut AHY, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat akan menjadi kekuatan politik baru bagi partai dalam perjuangan ke depan. (Sumber: Youtube Merdeka.com)




