Hari pertama Ramadan 1447 Hijriah langsung disambut hangat warga Kota Tasikmalaya, Kamis (19/2/2026). Tradisi ngabuburit kembali hidup, dipenuhi aktivitas berburu takjil di berbagai sudut kota.
Sejak sore hari, sejumlah titik keramaian seperti Lapang Cigerung, kawasan Perum Cisalak hingga Jalan Sayuran dipadati masyarakat. Warga datang bersama keluarga maupun kerabat sekadar berjalan santai sembari menunggu azan Magrib.
Deretan tenda pedagang kuliner berjajar rapi di tepi jalan dan lapangan. Menu khas Ramadan seperti kolak, es buah, gorengan, dan kue tradisional menjadi incaran pembeli. Aroma makanan berpadu dengan suasana riang percakapan warga.
Seorang warga, Neng Erna Lestari (23), mengaku sengaja mengajak anaknya ngabuburit sebagai bagian dari pengalaman belajar berpuasa.
“Sekalian ajak jalan-jalan sambil cari takjil, anak juga baru belajar puasa,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Yusup yang mampir membeli minuman saat perjalanan pulang kerja.
Kebetulan searah, jadi sekalian beli buat buka di rumah,” katanya.
Keramaian terlihat merata. Bahkan sebagian pembeli memilih bertransaksi dari atas kendaraan, sementara pedagang sigap melayani di pinggir jalan.
Tradisi ngabuburit pun kembali menjadi ruang silaturahmi masyarakat. Bukan sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi momentum kebersamaan yang selalu hadir setiap Ramadan.
Hari pertama puasa di Tasikmalaya terasa semarak—perpaduan religiusitas dan aktivitas ekonomi rakyat kecil yang bergerak sejak senja.







