Edukasi

Dokter Ungkap Waktu Ideal Olahraga Saat Puasa Ramadhan

18
×

Dokter Ungkap Waktu Ideal Olahraga Saat Puasa Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Olahraga di Bulan Ramadhan
Olahraga di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan tidak menjadi alasan untuk berhenti berolahraga. Justru dalam kondisi metabolisme khas saat berpuasa, aktivitas fisik dinilai bisa membantu pembakaran lemak lebih efektif—asal dilakukan pada waktu dan intensitas yang tepat.

Secara medis, tubuh saat berpuasa mengalami penurunan glikogen, kadar insulin lebih rendah, dan mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Kondisi ini menguntungkan bagi kebugaran, tetapi berisiko bila latihan terlalu berat atau dilakukan pada jam yang salah.

Dokter kebugaran menjelaskan, tujuan olahraga saat puasa bukan mengejar performa maksimal, melainkan menjaga massa otot, mempertahankan metabolisme, serta meningkatkan sensitivitas insulin tanpa memicu hipoglikemia dan dehidrasi.

Waktu latihan menjadi faktor paling menentukan.

Waktu paling direkomendasikan adalah 45–60 menit sebelum berbuka. Pada fase ini tubuh sedang aktif membakar lemak dan setelah latihan dapat segera mengganti cairan serta energi. Jenis latihan yang cocok antara lain jalan cepat, sepeda santai, hingga latihan beban ringan.

Sementara itu, waktu paling aman dan optimal untuk pembentukan otot adalah 90–120 menit setelah berbuka. Energi dan cairan sudah tersedia sehingga tubuh mampu melakukan latihan lebih berat seperti angkat beban, lari interval, dan latihan hipertrofi.

Latihan sebelum sahur masih diperbolehkan, namun hanya untuk aktivitas ringan seperti stretching atau yoga karena risiko dehidrasi lebih tinggi.
Adapun olahraga siang hari disarankan dihindari karena berpotensi menyebabkan pusing, tekanan darah turun, hingga pemecahan otot.

Dokter juga mengingatkan indikator sederhana: selama masih bisa berbicara saat latihan berarti aman, tetapi jika sudah tidak mampu bicara maka intensitas terlalu berat untuk kondisi puasa.

Selain waktu latihan, pola makan menentukan keberhasilan. Saat berbuka dianjurkan memulai dengan air dan kurma untuk mengembalikan glukosa otak, dilanjutkan protein, lalu karbohidrat kompleks. Sedangkan sahur sebaiknya tinggi protein, lemak sehat, serta mineral agar tubuh tidak mudah lemas.

Kesimpulannya, puasa tidak menghambat kebugaran bahkan dapat mempercepat penurunan lemak tubuh—selama waktu latihan tepat, intensitas terkontrol, dan asupan protein tercukupi.