TASIKMALAYA — Menjelang azan Magrib, wajah Kota Tasikmalaya berubah drastis. Senja Ramadan menghadirkan denyut kehidupan baru ketika ribuan warga tumpah ruah berburu takjil di berbagai sudut kota.
Aroma kolak pisang, gorengan hangat, hingga aneka minuman segar menyeruak di sepanjang jalan. Ramadan di Tasikmalaya tak sekadar momentum ibadah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus ruang kebersamaan masyarakat.
Sejumlah titik di Kota Tasikmalaya bahkan dikenal sebagai “surga takjil” yang selalu dipadati warga setiap sore selama bulan suci.
Kawasan Alun-Alun Kota Tasikmalaya di Jalan Oto Iskandardinata menjadi pusat keramaian utama. Deretan pedagang memenuhi area sekitar alun-alun dengan ragam pilihan menu berbuka, mulai dari kolak, es kopyor, gorengan, cilok, hingga jajanan kekinian. Suasana hangat keluarga dan aktivitas jual beli menjadikan lokasi ini tak pernah sepi pengunjung.
Tak kalah ramai, Jalan Lingkar Utara atau JB Lanud menjelma menjadi pusat kuliner musiman paling semarak. Sepanjang ruas jalan, ratusan pedagang menawarkan berbagai hidangan seperti cumi bakar, burger mini, nasi lauk siap santap hingga minuman segar yang kerap habis sebelum waktu berbuka tiba.
Aktivitas ekonomi di kawasan ini meningkat signifikan selama Ramadan.
Sementara itu, Taman Kota Tasikmalaya menghadirkan suasana ngabuburit yang lebih santai. Warga memanfaatkan ruang terbuka hijau tersebut untuk bersantai sembari memilih menu berbuka seperti bakso, mi ayam, cireng, hingga aneka minuman pelepas dahaga.
Keramaian serupa juga terlihat di Jalan Cieunteung, Kecamatan Cihideung, yang setiap Ramadan berubah menjadi sentra kuliner dadakan. Lapak pedagang memenuhi sisi jalan dan menghadirkan atmosfer khas kampung kota yang ramai dan akrab.
Di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, aktivitas olahraga sore berpadu dengan tradisi berburu takjil. Warga yang berolahraga maupun sekadar berjalan santai turut meramaikan transaksi kuliner menjelang Magrib.
Tak hanya di pusat kota, geliat Ramadan juga terasa di lingkungan permukiman seperti Perum Bumi Resik Indah, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes. Deretan pedagang lokal menghadirkan pilihan takjil bagi warga sekitar dengan suasana yang lebih kekeluargaan.
Adapun bagi warga wilayah timur kota, Alun-Alun Indihiang menjadi alternatif favorit berburu hidangan berbuka. Aktivitas jual beli di kawasan ini menunjukkan semangat Ramadan yang merata hingga ke berbagai penjuru Tasikmalaya.
Ramadan di Kota Tasikmalaya pada akhirnya bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum yang mempertemukan tradisi, kebersamaan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Setiap senja, kota ini menghadirkan satu pesan sederhana: kebersamaan adalah cita rasa paling manis dari Ramadan.







