JAKARTA — Eskalasi konflik Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan rudal ke ibu kota Iran, Teheran, Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Serangan tersebut langsung dibalas Iran dengan peluncuran rudal menuju wilayah Israel.
Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya beberapa ledakan besar mengguncang kawasan pusat hingga timur Teheran. Kepulan asap tebal terlihat membumbung di sejumlah titik yang disebut mengalami kerusakan infrastruktur, termasuk ruas jalan utama.
Kantor berita Fars menyebut ledakan dipicu serangan rudal yang diduga dilakukan militer Israel dalam operasi militer terbatas terhadap target strategis Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi negaranya telah melaksanakan serangan pendahuluan. Pemerintah Israel bahkan segera menetapkan status darurat nasional guna mengantisipasi serangan balasan dari Teheran.
Serangan terjadi di tengah meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya juga memperingatkan opsi militer tetap terbuka apabila negosiasi nuklir dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.
Laporan koresponden Metro TV di Iran, Ismail Amin, menyebut kondisi masyarakat tetap terkendali meski suara ledakan sempat terdengar di Teheran.
Ismail yang melaporkan dari Kota Qom, sekitar 80 kilometer dari Teheran, mengatakan aktivitas warga berlangsung normal tanpa kepanikan massal.
“Situasi masih stabil. Sekolah tetap berjalan dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa,” ujarnya dalam laporan langsung Metro TV.
Informasi yang dihimpun menyebut sedikitnya enam titik ledakan terjadi di wilayah utara dan barat Teheran. Target serangan diduga mencakup kantor Kementerian Intelijen, Kementerian Pertahanan, hingga fasilitas terkait program energi atom Iran.
Otoritas Iran memastikan Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian berada dalam kondisi aman.
Melalui siaran televisi nasional, Presiden Pezeshkian mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menjaga persatuan nasional di tengah situasi keamanan yang berkembang.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan balasan. Iran mengklaim rudal balistik mereka tengah diarahkan menuju Tel Aviv sebagai respons langsung atas serangan Israel.
Hingga kini belum ada laporan resmi terkait jumlah korban jiwa maupun tingkat kerusakan akibat rangkaian serangan tersebut.
Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi konflik terbuka berskala besar antara Iran dan Israel yang dapat mengguncang stabilitas geopolitik kawasan Timur Tengah.
(Sumber: YouTube Metro TV)








