BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong percepatan pembangunan akses khusus menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jelekong sebagai solusi strategis penanganan krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Hal tersebut disampaikan Farhan saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meninjau lahan eks TPA Jelekong di Kabupaten Bandung, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Farhan, ketersediaan lahan di kawasan Jelekong menjadi modal utama pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu. Namun, persoalan utama yang masih menjadi hambatan adalah keterbatasan akses jalan menuju lokasi.
“Lahannya sudah ada, tinggal aksesnya yang harus diperjuangkan. Kalau diizinkan, saya siap mengajak pelaku usaha untuk berdiskusi dan berinvestasi di sini,” ujar Farhan.
Ia menilai pembangunan akses jalan harus dilakukan secara paralel dengan skema pendanaan pengembangan TPA agar proyek tidak terhambat pada tahap teknis.
Bahkan, Farhan membuka peluang kerja sama pembiayaan antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung guna membangun jalur akses baru dari Kilometer 151 langsung menuju kawasan TPA Jelekong.
“Kalau patungan membangun akses jalan, kedua daerah pasti sama-sama diuntungkan. Manfaatnya jelas,” tegasnya.
Farhan mengungkapkan, produksi sampah Kota Bandung saat ini mencapai sekitar 1.500 ton per hari, sementara Kabupaten Bandung menghasilkan sekitar 1.800 ton per hari. Artinya, total timbulan sampah dari dua wilayah tersebut hampir menyentuh 3.300 ton per hari, dengan mayoritas masih dikelola melalui sistem open dumping.
“Kalau ini digarap serius, Jelekong bisa menjadi solusi bersama bagi Bandung Raya. Tapi tentu perlu kajian mendalam,” katanya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan pembangunan akses jalan menuju TPA Jelekong berada dalam kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyiapkan desain teknis serta proses pembebasan lahan sebelum pembangunan fisik dilakukan.
“Kalau akses masuk sudah ditugaskan ke Menteri PU, yang perlu disiapkan daerah adalah desain dan pembebasan lahannya. Untuk pembangunan fisik saya kira tidak ada persoalan,” ujar Hanif.
Pengembangan TPA Jelekong diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah kronis di Bandung Raya sekaligus mendorong transformasi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.








