Internasional

Iran Hantam Pangkalan Militer AS, Operasi Janji Sejati IV Dimulai

×

Iran Hantam Pangkalan Militer AS, Operasi Janji Sejati IV Dimulai

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA — Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah menyusul serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke wilayahnya beberapa hari lalu.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan dimulainya operasi militer bertajuk True Promise IV atau Janji Sejati IV, sebagai respons langsung atas agresi yang disebut dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap kedaulatan Iran.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut lebih dari seribu rudal balistik dan drone tempur ditembakkan ke berbagai fasilitas militer Amerika di kawasan Asia Barat.

Sejumlah pangkalan strategis Amerika Serikat dilaporkan menjadi sasaran serangan, di antaranya pangkalan udara Al Udeid di Qatar, Al-Salem Air Base di Kuwait, serta Al-Dafra Air Base di Uni Emirat Arab.

itu, instalasi militer Amerika di wilayah Riyadh, Arab Saudi, pangkalan militer di Yordania, hingga fasilitas militer Al-Harir di Erbil, Irak, juga dilaporkan masuk dalam daftar target operasi Iran.

Iran menegaskan serangan tersebut merupakan hak membela diri sesuai hukum internasional setelah wilayahnya diserang lebih dahulu dalam operasi militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Pihak Garda Revolusi sebelumnya telah memperingatkan bahwa seluruh pangkalan militer Amerika di Timur Tengah akan menjadi target sah apabila Washington terus melakukan serangan terhadap Iran.

Eskalasi konflik ini menandai perluasan medan konfrontasi yang kini tidak lagi terbatas pada wilayah Iran dan Israel, melainkan berpotensi menyeret negara-negara Teluk ke dalam konflik terbuka berskala regional.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan rudal tersebut. Pemerintah Amerika Serikat sendiri belum memberikan pernyataan lengkap terkait dampak serangan Iran terhadap fasilitas militernya.

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kini berada pada level siaga tinggi, sementara komunitas internasional mendesak seluruh pihak menahan diri guna mencegah perang regional yang lebih luas. (Sumber: Youtube Metro TV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *