KARAWANG – Kementerian Agama Kabupaten Karawang menyiagakan sebanyak 94 masjid yang berada di jalur mudik wilayah Karawang untuk melayani para pemudik selama arus mudik Lebaran 2026.
Kesiapan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Karawang melalui Kepala Subbagian Tata Usaha Yakub Lubis dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang digelar di Gedung Singaperbangsa, Kompleks Pemda Karawang, Senin (9/3/2026).
Yakub menjelaskan, dari total 94 masjid yang disiagakan, sebanyak empat masjid akan difungsikan sebagai posko utama saat arus mudik, sedangkan tujuh masjid lainnya disiapkan untuk mendukung pelayanan pada arus balik.
“Salah satu posko mudik berada di Masjid An Nur Karawang yang difungsikan sebagai tempat istirahat bagi pemudik. Sementara untuk arus balik, posko utama berada di Masjid Nurul Al Islam Karawang,” ujar Yakub.
Di posko masjid tersebut, pengelola menyiapkan berbagai fasilitas bagi pemudik, mulai dari logistik, air hangat, toilet, hingga makanan untuk sahur dan berbuka puasa.
Selain itu, tersedia pula ruang istirahat yang dilengkapi sofa dan pendingin ruangan (AC) agar pemudik dapat beristirahat sejenak selama perjalanan.
Tak hanya fasilitas istirahat, pengelola juga menyediakan layanan kesehatan berupa pertolongan pertama bagi pemudik yang membutuhkan.
Bagi pemudik yang ingin beribadah, petugas juga memberikan layanan konsultasi mengenai tata cara salat jamak dan qasar selama perjalanan.
Yakub menambahkan, seluruh masjid yang berada di jalur utama maupun jalur alternatif telah disiagakan dengan petugas yang berjaga secara bergantian selama 24 jam.
“Nantinya takmir masjid, penyuluh agama, serta kepala KUA akan berjaga dengan sistem dua shift untuk memastikan pelayanan kepada pemudik berjalan optimal,” pungkasnya.








