Daerah

Bupati Sukabumi Buka Puasa Bersama Penyintas Bencana

×

Bupati Sukabumi Buka Puasa Bersama Penyintas Bencana

Sebarkan artikel ini
Bupati Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar berbuka puasa bersama para warga yang terdampak bencana

SUKABUMI – Suasana haru menyelimuti lokasi pengungsian korban bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (10/3). Di tengah bulan suci Ramadan, Bupati Asep Japar hadir langsung untuk berbuka puasa bersama para penyintas yang masih tinggal di posko pengungsian.

Kegiatan buka bersama digelar di posko pengungsian yang berada di halaman SDN 1 Bantargadung. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi itu menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana pergerakan tanah.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Japar menyapa para penyintas satu per satu. Ia terlihat berbincang dengan warga, menggendong anak-anak, hingga membagikan takjil kepada masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.

“Sebagai pemerintah daerah, kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Kami hadir untuk memberikan semangat dan membantu meringankan beban warga,” ujar Asep.

Selain berbuka puasa bersama, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak. Setiap kepala keluarga menerima bantuan sebesar Rp3 juta selama enam bulan untuk menyewa tempat tinggal sementara.

Bantuan tersebut diberikan agar para penyintas dapat mengontrak rumah sembari menunggu proses relokasi yang sedang disiapkan pemerintah daerah.

“Saya tidak tega melihat warga kami menjelang Lebaran masih berada di pengungsian. Karena itu kami memberikan bantuan dana untuk mengontrak rumah sementara,” ungkapnya.

Asep menjelaskan, pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan rencana relokasi bagi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman. Namun penentuan lokasi tersebut masih akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta melalui kajian teknis terkait kondisi dan stabilitas lahan.

“Untuk penempatannya sudah ada gambaran, namun akan kami koordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah provinsi dan dilakukan pengkajian apakah lahannya aman atau tidak,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa hari tersebut merupakan hari terakhir masa penetapan status tanggap darurat bencana. Selanjutnya, pemerintah daerah akan memasuki masa transisi menuju tahap pemulihan.

Dalam kesempatan itu, Bupati secara simbolis menyerahkan buku tabungan Dana Tunggu Hunian senilai Rp3 juta kepada perwakilan warga terdampak sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *