Internasional

Perang Asimetris Iran vs AS-Israel Picu Dampak Global

67
×

Perang Asimetris Iran vs AS-Israel Picu Dampak Global

Sebarkan artikel ini
Perang Iran Melawan AS-Israel
Ilustrasi : Perang Iran Melawan AS-Israel

DOHA – Konflik antara Iran di satu sisi melawan Amerika Serikat dan Israel di sisi lain memasuki pekan ketiga dengan eskalasi yang semakin meluas dan berdampak pada ekonomi global.

Secara militer, kekuatan AS dan Israel dinilai jauh lebih unggul. Namun Iran disebut menjalankan strategi perang asimetris, yakni dengan menekan berbagai titik ekonomi dan geopolitik yang berada jauh di luar wilayahnya.
Strategi tersebut mencakup tekanan terhadap pasar energi global dan jalur perdagangan strategis di Timur Tengah.

Salah satu dampak paling terasa dari konflik ini adalah gangguan terhadap rantai pasok internasional serta meningkatnya harga energi dunia.

Proffesor John Hopkins University, Vali Nasr, menilai Iran berupaya menekan ekonomi Barat dengan mendorong lonjakan harga minyak. Jika harga minyak menembus 100 dolar AS per barel, tekanan terhadap ekonomi Amerika Serikat diperkirakan akan meningkat signifikan.

“Jika harga minyak melonjak hingga 100 dolar per barel, dampaknya terhadap ekonomi Amerika bisa setara atau bahkan lebih besar daripada kerusakan yang ditimbulkan bom AS terhadap Iran,” kata Vali Nasr seperti dikutip Al Jazeera,

Konflik ini juga menjadi perhatian dunia setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar rapat darurat untuk membahas situasi tersebut. Namun hingga kini belum ada resolusi yang berhasil disepakati untuk menghentikan pertempuran.

Di sisi lain, perang informasi juga berlangsung sengit antara pihak-pihak yang terlibat.

Pemerintah di Washington dan Tel Aviv disebut aktif membangun narasi dukungan dari sejumlah negara Arab di kawasan Teluk Persia, meskipun klaim tersebut langsung dibantah oleh beberapa negara yang disebutkan.

Di dalam negeri, Iran juga memperketat kontrol informasi dengan membatasi akses internet internasional. Saat ini hanya sekitar satu persen lalu lintas internet Iran yang terhubung ke jaringan global.

Pemerintah Iran tetap mengizinkan komunikasi melalui jaringan internet nasional yang digunakan di dalam negeri, namun akses keluar negeri dibatasi untuk mengendalikan arus informasi selama perang.

Selain alasan keamanan informasi, pembatasan internet juga dimaksudkan untuk mencegah penggunaan jaringan digital oleh pihak lawan dalam pengumpulan intelijen.

Sementara itu, perdebatan di Amerika Serikat sendiri terus menguat. Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat mempertanyakan tujuan strategis perang tersebut serta definisi keberhasilan operasi militer yang dilancarkan terhadap Iran.

Para analis menilai konflik ini pada akhirnya akan ditentukan oleh ketahanan masing-masing pihak dalam menghadapi tekanan ekonomi dan politik yang ditimbulkan oleh perang berkepanjangan.