Daerah

Dony-Fajar Kompak Dorong Peran Pengusaha Muda

×

Dony-Fajar Kompak Dorong Peran Pengusaha Muda

Sebarkan artikel ini
HIPMI Garut
Halalbihalal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Sumedang yang digelar di kediaman Ketua Umum HIPMI Sumedang

JAKARTA — Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Wakil Bupati M Fajar Aldila menunjukkan kekompakan dalam mendorong geliat pengusaha muda sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan keduanya saat menghadiri kegiatan Halalbihalal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Sumedang yang digelar di kediaman Ketua Umum HIPMI Sumedang, Senin (30/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dony menegaskan bahwa peran pengusaha muda sangat strategis di tengah terbukanya berbagai peluang ekonomi di Sumedang. Ia mendorong generasi muda untuk tampil sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton.

“Pengusaha muda harus mampu membaca peluang dan berani berinovasi. Dengan kolaborasi yang kuat, mereka bisa menjadi kekuatan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dony.

Ia juga berharap HIPMI tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi mampu melahirkan pengusaha tangguh yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Senada dengan itu, Fajar menilai momentum Halalbihalal tidak sekadar ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, melainkan ruang strategis untuk membangun jejaring dan memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha muda.

“Ini adalah titik temu ide dan peluang. Dari sini bisa lahir kerja sama yang berdampak nyata bagi ekonomi Sumedang,” kata Fajar.

Ia juga menyoroti meningkatnya partisipasi anak muda dalam berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, fesyen, hingga industri kreatif dan digital.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur seperti Tol Cisumdawu harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas pasar.

“Akses semakin terbuka, jangan sampai kita hanya jadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumedang, lanjut Fajar, berkomitmen memberikan dukungan penuh agar pengusaha muda mampu berkembang dan naik kelas, sekaligus memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Keduanya sepakat, geliat kewirausahaan tidak hanya soal keuntungan, tetapi juga harus memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.

“Ketika usaha memberi manfaat bagi lingkungan sekitar, di situlah ekonomi Sumedang benar-benar bergerak,” pungkasnya.