SUMEDANG — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumedang terus diperketat melalui pengawasan langsung di lapangan. Satgas MBG yang dipimpin Sekretaris Daerah Tuti Ruswati menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP) di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Monitoring dilakukan bersama unsur TNI, Polri, dan BIN di sejumlah titik, antara lain Situraja, Cisitu, dan Darmaraja, Rabu (1/4/2026). Tim meninjau langsung beberapa dapur SPPG untuk memastikan standar layanan terpenuhi.
“Kami evaluasi di beberapa titik dan akan lanjut ke seluruh SPPG di Sumedang,” ujar Tuti.
Ia menegaskan, standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional dan Kementerian terkait harus dijalankan tanpa kompromi. Mulai dari sertifikat laik higiene sanitasi, sertifikasi halal, kompetensi penjamah makanan, hingga ketersediaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) menjadi aspek krusial yang wajib dipenuhi.
“Semua harus sesuai standar. Ini menyangkut kualitas dan keamanan makanan,” tegasnya.
Dari hasil pemantauan, sebagian besar SPPG dinilai telah berjalan baik. Namun, masih ditemukan sejumlah kekurangan teknis, terutama pada aspek tata letak dapur, kebersihan, serta alur kerja produksi makanan.
“Secara umum sudah bagus, tinggal perbaikan minor seperti layout dan alur kerja,” jelas Tuti.
Temuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui rekomendasi perbaikan kepada masing-masing pengelola dapur. Evaluasi ini diharapkan mampu mencegah potensi masalah dalam pelaksanaan program MBG ke depan.
Tuti menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan secara menyeluruh guna memastikan program berjalan optimal dan tidak menimbulkan dampak negatif di masyarakat.
“Tujuan kami memastikan semua berjalan sesuai prosedur, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.








