Nasional

IKN Bangun Budaya Kota Hutan Lewat Aksi Tanam Pohon

×

IKN Bangun Budaya Kota Hutan Lewat Aksi Tanam Pohon

Sebarkan artikel ini
IKN
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menanamkan konsep penghijauan

PENAJAM PASER UTARA – Otorita Otorita Ibu Kota Nusantara terus mengakselerasi pembangunan identitas Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota hutan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan langsung masyarakat.

Salah satu langkah konkret dilakukan dengan mengajak pengunjung menanam pohon di kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis di wilayah Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, menegaskan bahwa konsep pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pembentukan budaya ekologis.

“Pengunjung tidak hanya datang melihat perkembangan, tetapi juga ikut menanam pohon dan beraktivitas bersama keluarga,” ujarnya, Selasa (08/04/2026)

Selama periode libur nasional 3–5 April 2026, tercatat sebanyak 59.676 pengunjung dengan 14.382 kendaraan memasuki kawasan IKN. Antusiasme tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan konsep kota hutan melalui kegiatan penanaman pohon secara langsung.

Otorita IKN menyediakan sekitar 500 lubang tanam dengan berbagai jenis bibit khas hutan tropis Kalimantan seperti balangeran, meranti, bodhi, kapuk randu, dan kemiri. Komposisi tanaman terdiri atas 70 persen spesies asli Kalimantan dan 30 persen tanaman serbaguna yang mendukung fungsi ekologis berkelanjutan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rehabilitasi vegetasi, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP).

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyebut momentum libur panjang dimanfaatkan untuk memperkuat interaksi publik dengan konsep pembangunan IKN.

Menurutnya, IKN dirancang bukan sekadar pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai ruang publik yang mengintegrasikan aspek ekologis, edukatif, dan rekreatif.

“Ini bagian dari membangun kota masa depan yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dengan pendekatan ini, Otorita IKN berharap dapat menanamkan budaya baru di tengah masyarakat, di mana pembangunan tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga memperkuat harmoni antara manusia dan lingkungan.