Internasional

Saat Prabowo ke Moskow, Sjafrie Kunci Kemitraan Militer RI-AS di Pentagon

47
×

Saat Prabowo ke Moskow, Sjafrie Kunci Kemitraan Militer RI-AS di Pentagon

Sebarkan artikel ini
Syafri
Menhan Syafri Syamsudin DIterima Oleh Menhan AS Pete Hegseth

WASHINGTON – Di saat Presiden Prabowo Subianto bergerak ke Moskow menemui Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin justru melangkah ke Washington DC.

Dua poros besar dunia disentuh Jakarta dalam hari yang sama.
Di Pentagon, Senin (13/4/2026) waktu setempat, Sjafrie dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth resmi menyepakati Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) atau Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama.

Kesepakatan ini menjadi kerangka baru penguatan hubungan militer RI-AS untuk menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menyebut kemitraan baru itu akan difokuskan pada modernisasi pertahanan, peningkatan interoperabilitas, pendidikan militer profesional, serta perluasan latihan gabungan.

Salah satu agenda yang dipastikan diperluas adalah latihan multilateral Super Garuda Shield, yang selama ini menjadi simbol kerja sama strategis kedua negara.

Pentagon mencatat Indonesia dan Amerika Serikat telah menjalankan lebih dari 170 latihan militer bersama setiap tahun, menunjukkan relasi pertahanan yang terus tumbuh.

Sjafrie menyambut positif pembentukan MDCP tersebut.
Menurutnya, kerja sama pertahanan RI-AS tetap dibangun di atas prinsip saling menghormati, saling percaya, dan menghargai kedaulatan masing-masing negara.

Selain latihan dan pendidikan, kedua negara juga membuka peluang pengembangan teknologi pertahanan masa depan.
Bidang yang mulai dijajaki antara lain keamanan maritim generasi baru, sistem otonom, kemampuan anti-asimetris, serta kerja sama pemeliharaan alutsista untuk meningkatkan kesiapan operasional.

Menariknya, momentum kunjungan Sjafrie ke AS terjadi bersamaan dengan kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia.

Langkah paralel ini memperlihatkan bagaimana Indonesia memainkan politik bebas aktif yang semakin konkret: memperkuat energi dan geopolitik dengan Rusia, sambil mengunci modernisasi pertahanan bersama Amerika Serikat.

Dengan dua manuver diplomasi besar dalam satu hari, Jakarta mengirim pesan tegas bahwa stabilitas nasional kini dibangun lewat multi-alignment strategy, bukan ketergantungan pada satu poros kekuatan dunia.