Olahraga

Ayah Pratama Arhan Wafat, Kisah Perjuangan Sang Pemotivasi Utama

×

Ayah Pratama Arhan Wafat, Kisah Perjuangan Sang Pemotivasi Utama

Sebarkan artikel ini
Ayah Pratama Arhan Wafat
Ayah Pratama Arhan Wafat

Ayah bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan, yakni Sutrisno, wafat pada Minggu (7/12/2025) pukul 05.45 WIB di Blora. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh orang-orang terdekat Arhan, termasuk pelatihnya di Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, yang mengunggah ucapan belasungkawa melalui Instagram Story.

Ungkapan duka mengalir dari rekan-rekan Arhan di Timnas Indonesia seperti Asnawi Mangkualam, Ramadhan Sananta, Beckham Putra, Ernando Ari, hingga Rizky Ridho. Mereka mengenang Sutrisno sebagai sosok ayah sederhana yang sangat berjasa dalam perjalanan karier Arhan.

Sosok Ayah Sederhana yang Jadi Penopang Impian

Sutrisno sehari-hari bekerja sebagai petani di Blora. Meski hidup dalam keterbatasan bersama sang istri, Mak Ti, yang berjualan sayur, keduanya tak pernah mematahkan tekad Arhan untuk menekuni dunia sepak bola. Mereka tinggal di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo.

Dalam wawancara lama di iNews TV, Sutrisno menceritakan alasan kuatnya mendukung Arhan:
“Biar menghindari merokok atau kenakalan lainnya, saya ikuti saja keinginannya main bola,” tuturnya pada Mei 2024.

Mak Ti juga pernah mengungkapkan bahwa keluarga mereka hidup pas-pasan, namun selalu berusaha memenuhi kebutuhan latihan Arhan yang harus menempuh perjalanan 12 kilometer menuju Blora kota.

Karier Arhan yang Dibangun dari Kedisiplinan

Pratama Arhan memulai perjalanan sepak bolanya di SSB Putra Mustika Blora, lalu melanjutkan latihan di PPLP Jawa Tengah. Potensinya makin menonjol, membuatnya direkrut PSIS Semarang junior pada 2018. Dari sana, langkahnya menuju tim senior dan panggilan Timnas Indonesia pun terbuka.

Kedisiplinan dan kerja keras Arhan menjadi modal utama yang membawanya ke level internasional. Semasa kariernya, ia telah mengoleksi 50 caps bersama Timnas Indonesia dan dikenal dengan lemparan ke dalam jarak jauhnya yang unik.

Arhan kemudian merantau ke luar negeri: memperkuat Tokyo Verdy (2022), Suwon FC (2024), dan sejak 2025 bergabung dengan True Bangkok United.

Dukungan Orang Tua yang Tak Pernah Padam

Perjalanan panjang Arhan menuju karier profesional selalu ditemani dukungan penuh dari Sutrisno dan Mak Ti. Kedua orang tuanya menjadi kunci keteguhan Arhan, meski berada dalam keterbatasan ekonomi.

Kepergian Sutrisno menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sepak bola Indonesia. Namun kisah perjuangannya menjadi pengingat tentang peran penting orang tua dalam membentuk generasi berbakat.