Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal dan serah terima kunci rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Banten. Kawasan perumahan tersebut dibangun di atas lahan seluas 20 hektare dan berpotensi dikembangkan hingga 60 hektare.
Pada tahap awal, pengembang membangun 1.600 unit rumah subsidi dan 150 unit rumah klaster. Rumah subsidi memiliki luas tanah 60 meter persegi dengan luas bangunan 30 meter persegi, yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dari berbagai latar belakang profesi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada 10 warga penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa program perumahan subsidi merupakan kelanjutan dari kebijakan pemerintah sebelumnya yang kini terus diperkuat dan diperluas.
“Program ini sejatinya sudah dimulai pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dilanjutkan oleh Presiden Joko Widodo, dan hari ini kita perkuat serta tingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan rakyat,” ujar Presiden Prabowo Sabtu (20/12/25).
Presiden menyebut akad massal lebih dari 50 ribu unit rumah subsidi sebagai capaian besar dalam sejarah penyediaan hunian layak bagi rakyat.
“Ini adalah prestasi luar biasa yang kita persembahkan untuk rakyat Indonesia. Namun, capaian ini belum cukup dan masih harus terus kita tingkatkan,” katanya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa penyediaan hunian layak merupakan bagian dari upaya membangun kualitas hidup rakyat secara menyeluruh. “Hari ini merupakan upaya kita untuk membantu rakyat yang paling lemah dan ingin hidup layak dengan kualitas hidup yang pantas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kerja bersama lintas sektor. “Ini adalah upaya bersama kita semua. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersatu. Ini usaha yang membanggakan, tetapi masih jauh dari apa yang harus kita capai ke depan,” ujar Presiden.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan bahwa kemudahan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi prioritas pemerintah saat ini.
Menurutnya, pemerintah menghadirkan skema pembiayaan yang sangat terjangkau sehingga masyarakat dengan penghasilan terbatas tetap memiliki peluang untuk memiliki rumah layak huni.
Sumber: Metro TV







