Kronologi Keracunan Massal di Pesantren Cimanggung
Peristiwa keracunan massal menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Nuurush Sholah, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Sedikitnya 125 santri mengalami gejala keracunan dan harus mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengonsumsi makanan dari seorang donatur dalam kegiatan pengajian, Jumat malam (19/12/2025).
Gejala yang dialami para santri bervariasi, mulai dari mual, pusing, muntah, hingga demam. Akibat kondisi tersebut, puluhan santri terpaksa dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS AMC, RSKK, dan RS UNPAD.
Polisi Lakukan Penyelidikan Penyebab Keracunan
Kapolsek Cimanggung, Kompol Aan Supriatna, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa keracunan diduga berasal dari makanan katering yang dikonsumsi para santri usai kegiatan pengajian.
“Para santri mengalami keracunan setelah mengikuti pengajian pada Jumat malam. Untuk memastikan penyebabnya, Polres Sumedang menurunkan tim INAFIS guna melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan,” ujar Kompol Aan, Sabtu (20/12/2025).
Dari total santri yang terdampak, 61 orang sempat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, sementara sisanya ditangani di puskesmas dan fasilitas kesehatan terdekat.
Kondisi Santri Berangsur Membaik
Seiring penanganan medis yang dilakukan secara cepat dan terpadu, kondisi para santri kini dilaporkan terus membaik. Berdasarkan data terakhir, sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan di lingkungan pesantren.
Di RS UNPAD, misalnya, hanya tersisa dua santri yang masih menjalani perawatan dan diperkirakan segera dipulangkan dalam waktu dekat.
Pemkab Sumedang Tetapkan Status KLB
Pemerintah Kabupaten Sumedang menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan. Seluruh biaya pengobatan dan perawatan santri ditanggung penuh oleh pemerintah daerah.
Senin (22/12/2025), Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, meminta seluruh pihak terkait untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal sekaligus mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, khususnya di lingkungan pendidikan dan pesantren.
Imbauan Waspada Konsumsi Makanan
Pemerintah daerah mengimbau pengelola pesantren dan lembaga pendidikan agar lebih selektif dalam menerima makanan dari pihak luar, serta memastikan keamanan dan kelayakan pangan sebelum dikonsumsi bersama.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan makanan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Kata Kunci:
keracunan santri Cimanggung
keracunan pesantren Sumedang
santri keracunan makanan
KLB keracunan pangan Sumedang




