Daerah

Bupati Bandung Dorong IPHI Perkuat Kemabruran Haji Berkelanjutan

×

Bupati Bandung Dorong IPHI Perkuat Kemabruran Haji Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Logo IPHI Kabupaten Bandung
Logo IPHI Kabupaten Bandung

Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan pentingnya peran Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dalam menjaga kemabruran haji secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kualitas spiritual masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) IPHI Kabupaten Bandung masa khidmat 2026–2031 yang digelar di Hotel Grand Sunshine, Selasa (6/1/2025).

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menilai IPHI bukan sekadar organisasi silaturahmi jamaah haji, tetapi memiliki posisi strategis dalam membina umat pasca-ibadah haji agar nilai-nilai kemabruran tetap terjaga dan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.

IPHI Wadah Menjaga Konsistensi Ibadah Pasca Haji

Kang DS mengingatkan bahwa IPHI sejak didirikan pada 1990 memiliki tujuan mulia, yakni melestarikan kemabruran haji serta meningkatkan partisipasi umat dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, kemabruran haji tidak berhenti pada ritual ibadah di Tanah Suci, melainkan harus tercermin dalam perilaku dan ibadah sehari-hari setelah kembali ke tanah air.

“IPHI menjadi wadah untuk merawat kondisi pasca haji agar tetap sehat secara spiritual. Seperti handphone, kalau tidak dicas akan mati. Begitu juga kalbu manusia, harus terus diisi dengan pembinaan,” ujar Kang DS.

Ia menegaskan bahwa ciri haji mabrur adalah konsistensi ibadah dan akhlak setelah menunaikan ibadah haji, bukan hanya saat berada di Makkah dan Madinah.

Peran KBIH dan IPHI Jaga Ketenteraman Sosial

Bupati Bandung juga menekankan pentingnya sinergi antara IPHI dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dalam melakukan pembinaan berkelanjutan kepada jamaah. Menurutnya, pembinaan keagamaan yang konsisten akan berdampak langsung pada terciptanya lingkungan masyarakat yang aman, nyaman, dan tenteram.

“Kalau pembinaan pasca haji berjalan baik, saya yakin Kabupaten Bandung akan semakin kondusif karena keimanan dan ketakwaan masyarakatnya terjaga,” katanya.

Tantangan Literasi Al-Qur’an di Kabupaten Bandung

Pada kesempatan tersebut, Kang DS juga menyoroti masih rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di Kabupaten Bandung. Ia menyebut, hingga awal 2026, angka masyarakat yang mampu membaca Al-Qur’an baru sekitar 23 persen.

“Kondisi ini menjadi tantangan bersama. IPHI dan KBIH harus ikut berperan aktif mendorong gerakan pembinaan Al-Qur’an yang lebih masif di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap Musda IPHI Kabupaten Bandung mampu melahirkan kepengurusan yang solid, progresif, dan berkomitmen memperkuat pembinaan keagamaan demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang religius dan berkarakter.