Daerah

Antisipasi Banjir Musim Hujan, PUTR Kota Tasikmalaya Gencarkan Pemeriksaan Saluran Air

×

Antisipasi Banjir Musim Hujan, PUTR Kota Tasikmalaya Gencarkan Pemeriksaan Saluran Air

Sebarkan artikel ini
Petugas PUTR Kota Tasikmalaya saat melakukan penanganan saluran air yang tersumbat di Jalan SL Tobing
Petugas PUTR Kota Tasikmalaya saat melakukan penanganan saluran air yang tersumbat di Jalan SL Tobing

Menghadapi potensi banjir di puncak musim hujan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya terus menggencarkan pemeriksaan dan penanganan saluran air yang tersumbat. Langkah antisipatif tersebut dilakukan pada Kamis (15/1/2026) siang.

Fokus penanganan dipusatkan di kawasan Jalan SL Tobing, Kecamatan Cihideung, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan saat hujan deras mengguyur Kota Tasikmalaya.

Sejumlah petugas PUTR diterjunkan langsung ke lapangan untuk membongkar dan membersihkan saluran drainase yang dinilai tidak berfungsi secara optimal.

Upaya ini dilakukan seiring peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari mendatang.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) PUTR Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam, mengatakan bahwa penanganan di lokasi tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas bidang.

“Hari ini kami melakukan penanganan di kawasan SL Tobing dengan melibatkan tim dari bidang jalan dan bidang SDA,” ujar Rino kepada wartawan.

Ia menjelaskan, bidang jalan bertugas menangani struktur badan jalan beserta perkerasannya, sementara bidang SDA fokus pada pembenahan saluran air yang mengalir menuju kawasan Sambong PLN, wilayah yang kerap mengalami genangan saat intensitas hujan meningkat.

“Saluran menuju Sambong PLN ini menjadi perhatian utama kami karena hampir setiap hujan deras selalu terjadi genangan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Rino mengungkapkan bahwa penyebab genangan tidak semata-mata faktor alam. Aktivitas masyarakat di sekitar saluran juga turut memperparah kondisi aliran air.

“Di lokasi ini terdapat kolam milik warga yang sudah beberapa kali kami bongkar. Namun, setelah itu kembali dibangun,” ungkapnya.

Selain itu, keberadaan crossing atau persilangan saluran di bawah badan jalan dinilai rawan tersumbat. Kondisi tersebut menghambat aliran air dan menyebabkan luapan ke lingkungan sekitar.

“Crossing di bawah jalan ini sering mampat. Akibatnya, fungsi saluran tidak berjalan maksimal dan air meluap,” tambah Rino.

Sebagai langkah preventif sekaligus edukatif, PUTR Kota Tasikmalaya juga menjalin komunikasi intensif dengan aparatur kewilayahan setempat. Sejumlah lurah dan ketua RW bahkan diajak turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi saluran secara nyata.

“Kami berharap dengan melihat langsung kondisi di lapangan, semua pihak bisa memahami persoalan ini dan bersama-sama menjaga fungsi saluran agar tetap lancar,” pungkasnya.

 

Foto: Petugas PUTR Kota Tasikmalaya saat melakukan penanganan saluran air yang tersumbat di Jalan SL Tobing, Kamis (15/1/2026) siang.