Sebanyak 2.277 warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja mengajukan permohonan bantuan pemulangan ke Tanah Air. Data tersebut dilaporkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh hingga Sabtu, 24 Januari 2022.
Lonjakan laporan terjadi menyusul operasi besar-besaran pemerintah Kamboja terhadap jaringan penipuan daring (online scam) di sejumlah wilayah. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mencatat, khusus pada 24 Januari, sebanyak 122 WNI datang melapor ke KBRI. Angka tersebut menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang sempat menembus lebih dari 200 laporan per hari.
Meski tren laporan menurun, KBRI Phnom Penh menegaskan tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengendurkan penanganan kasus. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan kementerian dan lembaga terkait di Indonesia serta otoritas pemerintah Kamboja.
Untuk mempercepat proses, tim gabungan dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI telah tiba di Phnom Penh. Tim tersebut membantu pendataan, asesmen kasus, serta penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan.
Kemenlu menyebutkan, sebagian besar WNI saat ini tinggal mandiri di sejumlah guest house di Kota Phnom Penh dengan pemantauan ketat dari KBRI. Sementara itu, bagi WNI yang membutuhkan penampungan, KBRI telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menyediakan fasilitas hunian sementara lengkap dengan kebutuhan dasar.
KBRI Phnom Penh memastikan proses pemulangan akan dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku. Selama menunggu kepulangan, WNI diimbau tetap bersabar, mengikuti prosedur resmi, serta menjaga komunikasi dengan pihak perwakilan RI dan keluarga di Tanah Air. (Sumber: Youtube Kontan)




