Daerah

Bupati Sukabumi Perkuat Sinergi Politik Perempuan

×

Bupati Sukabumi Perkuat Sinergi Politik Perempuan

Sebarkan artikel ini
Sukabumi
Bupati Sukabumi H. Asep Japar menerima silaturahmi jajaran Kaukus Perempuan Politik Indonesia

Bupati Sukabumi H. Asep Japar menerima silaturahmi jajaran Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Sukabumi di Rumah Dinas Bupati, Selasa (3/2/2026).

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Agenda ini menjadi momentum mempererat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan KPPI dalam mendorong peningkatan peran serta perempuan di bidang politik dan pembangunan daerah.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan KPPI Kabupaten Sukabumi, Aida Nuraeni, S.Pd., memaparkan sejumlah program kerja organisasi. Fokusnya antara lain peningkatan kapasitas dan partisipasi politik perempuan, penguatan pendidikan politik, serta pengembangan jejaring antaranggota lintas partai.

Menurut Aida, penguatan peran perempuan di ruang publik membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. KPPI, kata dia, berkomitmen menjadi ruang kolaborasi bagi kader-kader perempuan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing dalam kontestasi politik maupun kontribusi pembangunan.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi komitmen KPPI dalam mendorong keterlibatan aktif perempuan di berbagai sektor strategis.

“Peran perempuan sangat strategis, tidak hanya dalam ranah politik, tetapi juga dalam pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan,” ujar Asep Japar.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang konstruktif demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender. Menurutnya, peningkatan kualitas partisipasi politik perempuan akan berdampak positif terhadap lahirnya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal penguatan kerja sama yang lebih konkret antara KPPI dan Pemkab Sukabumi. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan perempuan tidak hanya menjadi pelengkap dalam struktur politik, tetapi juga aktor utama dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan daerah.