KARAWANG — Keluhan masyarakat terkait kelangkaan minyak goreng subsidi Minyakita di sejumlah pasar di Kabupaten Karawang mulai ramai diperbincangkan. Menanggapi hal itu, Perum Bulog Cabang Karawang memastikan pasokan Minyakita masih tersedia dan terus disalurkan ke pedagang.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Karawang, Rafki Ismael menegaskan distribusi Minyakita tetap berjalan secara rutin, terutama ke pedagang di Pasar Johar Karawang yang menjadi pusat perdagangan utama di wilayah tersebut.
“Pasokan masih ada dan kami terus melakukan penyaluran. Kalau pedagang membutuhkan suplai tambahan, kami sangat terbuka untuk menyalurkannya langsung,” kata Rafki kepada wartawan.
Ia menjelaskan, para pedagang yang ingin memperoleh pasokan Minyakita langsung dari Bulog perlu memenuhi sejumlah persyaratan administrasi. Salah satunya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) serta legalitas usaha yang sah.
Menurut Rafki, ketentuan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 yang mengatur tata kelola distribusi minyak goreng subsidi Minyakita di Indonesia.
Dalam aturan itu disebutkan bahwa produsen minyak goreng wajib menyalurkan sekitar 30 hingga 35 persen kebutuhan pasar dalam negeri melalui BUMN pangan seperti Bulog. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga harga eceran tertinggi (HET) Minyakita tetap berada di angka Rp15.700 per liter.
Rafki menjelaskan, jalur distribusi Minyakita saat ini terbagi menjadi dua skema. Pertama melalui jalur reguler dari produsen ke distributor tingkat satu dan dua sebelum akhirnya sampai ke pengecer.
Sedangkan skema kedua melalui jalur BUMN pangan, yakni dari produsen ke Bulog atau BUMN pangan lainnya yang kemudian menyalurkan langsung kepada para pedagang.
Ia menilai, tingginya harga Minyakita di sejumlah pasar kemungkinan dipicu oleh panjangnya rantai distribusi. Beberapa pedagang diketahui membeli pasokan dari distributor atau grosir dengan harga yang sudah cukup tinggi.
“Ada pedagang yang membeli Minyakita dengan harga Rp190 ribu sampai Rp200 ribu per karton,” ungkapnya.
Sementara itu, Bulog menyalurkan Minyakita kepada pedagang dengan harga sekitar Rp14.500 per liter agar tetap sejalan dengan ketentuan harga eceran tertinggi di tingkat konsumen.
Untuk wilayah Karawang, Bulog mencatat total stok Minyakita saat ini mencapai sekitar 800 ribu liter. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 ribu liter telah tersalurkan ke pasar.
“Stok yang masih tersedia sekitar 383 ribu liter dan kami targetkan segera terserap oleh pedagang,” jelas Rafki.
Ia berharap distribusi Minyakita dapat terus berjalan lancar sehingga Bulog mampu melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri ketika kebutuhan masyarakat biasanya meningkat.




