Internasional

Sekutu AS di NATO Abaikan Trump, Enggan Terlibat Perang di Hormuz

17
×

Sekutu AS di NATO Abaikan Trump, Enggan Terlibat Perang di Hormuz

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Para Pemimpin Negara NATO
Ilustrasi : Pertemuan Para Pemimpin Negara NATO

BRUSSEL – Mayoritas sekutu Amerika Serikat menolak permintaan Presiden Donald Trump untuk ikut mengamankan jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz, di tengah memanasnya konflik dengan Iran.

Penolakan tersebut muncul setelah Iran dilaporkan hampir sepenuhnya menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital yang menyumbang sekitar 20 persen ekspor minyak dunia. Dampaknya, harga minyak global melonjak tajam.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara tegas menyatakan negaranya tidak ingin terseret ke dalam perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Sikap serupa juga ditunjukkan sejumlah negara Eropa lainnya. Prancis masih bersikap hati-hati, sementara Jerman, Italia, Australia, dan Jepang secara terbuka menyatakan tidak akan ikut membantu membuka kembali jalur tersebut.

Penolakan paling keras datang dari Jerman. Menteri Pertahanan Jerman menilai keterlibatan militer Eropa tidak akan efektif.

“Dunia mengharapkan apa? Apa yang diharapkan dari beberapa kapal fregat Eropa yang tidak mampu dilakukan Angkatan Laut Amerika sendiri?” ujarnya.

Ia menegaskan Jerman tidak ingin terlibat dalam konflik dan lebih mendorong solusi diplomatik untuk mengakhiri perang secepatnya.

Di tingkat regional, pertemuan Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Brussel juga menunjukkan minimnya dukungan terhadap rencana ekspansi misi keamanan maritim.

Wacana memperluas misi Uni Eropa yang saat ini beroperasi di Laut Merah ke kawasan Teluk Persia langsung ditolak oleh mayoritas negara anggota, terutama Jerman.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa bahkan tidak lagi menyinggung rencana tersebut dalam konferensi pers penutup, menandakan lemahnya dukungan politik di antara negara anggota.

Sejauh ini, negara-negara Eropa memilih fokus pada isu lain seperti dukungan terhadap Ukraina, meskipun mereka mengakui dampak penutupan Selat Hormuz terhadap ekonomi global sangat serius.

Di kalangan pejabat Eropa, permintaan Trump dinilai sebagai upaya meminta sekutu menanggung dampak dari kebijakan militer Washington sendiri.

Meski demikian, sikap tersebut berpotensi berubah dalam beberapa hari ke depan seiring meningkatnya tekanan ekonomi akibat lonjakan harga energi.

Para pemimpin Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan tingkat tinggi pekan ini untuk membahas respons lanjutan terhadap krisis tersebut.

Namun kekhawatiran utama tetap sama: keterlibatan sekecil apa pun berisiko menyeret Eropa ke dalam konflik terbuka di Timur Tengah yang lebih luas dan berkepanjangan.