BANDUNG — Cuaca ekstrem melanda Kota Bandung pada Jumat (3/4/2026) siang. Hujan lebat disertai angin kencang dan hujan es menyebabkan pohon dan reklame tumbang di sejumlah titik serta mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.
Berdasarkan laporan yang dihimpun melalui layanan darurat 110, titik terdampak tersebar di sejumlah ruas utama seperti Jalan dr Junjunan Pasteur, Jalan Gunung Batu, Jalan Dayang Sumbi, Jalan Ciliwung, Jalan Ir Juanda, dan Jalan Setiabudi.
Petugas dari Polrestabes Bandung langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengamanan.
Kasi Humas Polrestabes Bandung, Nurindah, memastikan penanganan terus dilakukan.
“Untuk di kawasan Pasteur sudah dalam penanganan petugas,” ujarnya.
Selain pohon tumbang, insiden lain juga terjadi. Sebuah billboard dilaporkan roboh di kawasan Pasteur akibat terpaan angin kencang. Material yang jatuh sempat menutup badan jalan dan memicu kemacetan. Sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon maupun puing billboard.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Aparat masih melakukan pendataan terkait genangan air dan dampak kerusakan lainnya di lapangan.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat curah hujan di Kota Bandung mencapai 49,4 mm per hari atau kategori sedang. Kondisi lebih ekstrem terjadi di Tasikmalaya yang mencapai 103 mm per hari dan masuk kategori hujan sangat lebat.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan fenomena ini dipicu oleh kombinasi suhu muka laut yang hangat, kelembapan udara tinggi, serta dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.
“Kombinasi faktor tersebut memicu hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang,” jelasnya.
BMKG juga mendeteksi kelembapan udara tinggi pada lapisan 850–500 mb serta labilitas atmosfer kategori sedang hingga kuat, yang memperbesar potensi terbentuknya awan cumulonimbus secara cepat.
Dalam beberapa hari ke depan, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Bandung, Cianjur, dan Tasikmalaya. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko pohon tumbang, banjir, dan longsor.
Di tengah kondisi ini, keselamatan menjadi prioritas utama, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.








