Daerah

Aula LPTQ Garut Diresmikan, Pembinaan Kafilah MTQ Dimulai

×

Aula LPTQ Garut Diresmikan, Pembinaan Kafilah MTQ Dimulai

Sebarkan artikel ini
LPTQ
Aula LPTQ Garut Diresmikan

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut memperkuat komitmen dalam pengembangan syiar Al-Qur’an dan peningkatan prestasi daerah dengan meresmikan Aula Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sekaligus membuka pembinaan tahap I kafilah MTQ Jawa Barat 2026, Senin (6/4/2026).

Peresmian yang dipimpin langsung Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran LPTQ sebagai salah satu pilar pembangunan berbasis nilai religius di daerah.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para pengurus LPTQ yang dinilai berhasil menghadirkan ruang pembinaan representatif bagi para pegiat Al-Qur’an.

“Kita bangga dengan para pejuang Al-Qur’an yang tidak hanya menjaga nilai-nilai suci, tetapi juga menyampaikannya dengan cara yang indah dan menyentuh masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, posisi LPTQ sangat strategis dalam pembangunan daerah, tidak hanya dalam konteks keagamaan, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda. Keterlibatan langsung Sekretaris Daerah dalam struktur organisasi LPTQ disebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program-program keumatan.

Di sisi lain, Ketua Harian LPTQ Garut, KH. Sasa Sunarsa, mengungkapkan bahwa pembangunan aula dan kantor LPTQ dilakukan secara bertahap selama lima tahun sejak 2021 hingga 2025, dengan memanfaatkan dana hibah pemerintah.

Menurutnya, keberadaan fasilitas baru ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas dan prestasi kafilah Garut di ajang MTQ tingkat provinsi.

“Dengan fasilitas ini, kami dituntut untuk melahirkan peserta yang lebih kompetitif dan berprestasi,” katanya.

Pembinaan tahap I yang digelar selama empat hari, 6–9 April 2026, diikuti oleh 58 calon peserta dari berbagai cabang lomba. KH. Sasa juga menegaskan bahwa MTQ kini telah berkembang menjadi ajang multidisiplin, tidak hanya terbatas pada seni tilawah, tetapi juga mencakup berbagai cabang keilmuan Al-Qur’an.

Langkah ini menunjukkan bahwa penguatan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia berjalan beriringan, sebagai bagian dari strategi Garut dalam meningkatkan daya saing di tingkat Jawa Barat.

Dengan dimulainya pembinaan ini, harapan besar disematkan agar kafilah Garut mampu mencetak prestasi sekaligus memperluas syiar Al-Qur’an secara lebih inovatif dan berdampak luas bagi masyarakat.