Hukrim

Siaga Cuaca Ekstrem, Polres Tasikmalaya Cek Alat SAR

11
×

Siaga Cuaca Ekstrem, Polres Tasikmalaya Cek Alat SAR

Sebarkan artikel ini
Polres Tasikmalaya
Personel Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota saat melakukan pengecekan dan perawatan peralatan SAR di ruang Samapta

TASIKMALAYA – Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang kian meningkat, Tim SAR Dalmas Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota memperkuat kesiapsiagaan dengan melakukan perawatan dan pengecekan menyeluruh terhadap peralatan kebencanaan, Senin (6/4).

Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi risiko bencana hidrometeorologi yang belakangan kerap melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Pemeriksaan difokuskan pada alat-alat utama yang kerap digunakan dalam operasi penyelamatan, salah satunya gergaji mesin (chainsaw) yang memiliki peran vital dalam proses evakuasi, terutama saat terjadi pohon tumbang yang menghambat akses dan membahayakan keselamatan warga.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto melalui Kasat Samapta AKP Hartono menegaskan bahwa kesiapan peralatan menjadi faktor kunci dalam respons cepat di lapangan.

“Kami memastikan seluruh peralatan dalam kondisi baik dan siap pakai. Ini bagian dari kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi darurat, khususnya akibat cuaca ekstrem,” ujar Hartono.

Ia menambahkan, optimalisasi peralatan akan berdampak langsung pada efektivitas penanganan bencana, baik dalam hal kecepatan evakuasi maupun upaya meminimalisir kerugian masyarakat.

“Dengan peralatan yang siap, penanganan bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur,” tambahnya.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini mencerminkan penguatan kapasitas institusi kepolisian sebagai garda terdepan dalam penanganan kebencanaan, seiring meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.

Tasikmalaya Kota juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

“Masyarakat diharapkan segera melapor jika menemukan potensi bahaya seperti pohon tumbang atau kondisi darurat lainnya,” pungkas Hartono.

Kesiapsiagaan aparat dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem respons bencana yang tangguh dan adaptif di tingkat lokal.