BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna bergerak cepat menangani dampak bencana angin kencang di Kecamatan Bojongsoang. Sedikitnya enam rumah warga yang mengalami rusak berat diprioritaskan untuk segera diperbaiki.
Instruksi itu disampaikan langsung Bupati yang akrab disapa KDS saat meninjau lokasi bencana di Desa Bojongsari RW 12, Kecamatan Bojongsoang, Sabtu (11/4).
KDS meminta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) segera memulai perbaikan mulai Senin, 13 April 2026.
“Untuk keluarga Pak Suherman, saya minta sementara pindah dulu ke kontrakan sampai rumah selesai diperbaiki karena atapnya rusak berat,” kata KDS.
Saat meninjau rumah milik Suherman, KDS mendapati pemilik rumah tengah menderita kanker paru-paru stadium empat. Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan simbolis kepada warga terdampak.
Menurut KDS, bukan hanya rumah Suherman yang akan diperbaiki. Lima rumah warga lain yang mengalami kerusakan berat juga masuk prioritas penanganan cepat.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen KDS memimpin langsung penanganan pascabencana, termasuk memastikan keselamatan warga di tengah cuaca ekstrem.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan menyiapkan dokter keliling yang siaga berpatroli untuk membantu warga sakit saat terjadi bencana.
Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Desa Bojongsari pada Jumat (10/4) menyebabkan 44 rumah rusak dan 12 pohon tumbang.
Usai dari Bojongsoang, KDS melanjutkan peninjauan ke lokasi banjir di Kecamatan Dayeuhkolot. Di kawasan Perempatan Palasari, Kelurahan Pasawahan, ia memonitor hasil pengerjaan drainase berbasis kolaborasi pentahelix.
KDS memastikan saluran drainase telah dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi.
“Diharapkan hasil pengerjaan drainase ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan menekan potensi banjir di Dayeuhkolot,” ujar KDS.
Ia mengapresiasi sinergi tim pentahelix bersama masyarakat yang terus bergerak menangani persoalan banjir di wilayah tersebut.
Menurutnya, kerja kolaboratif menjadi kunci agar Dayeuhkolot secara bertahap bisa terbebas dari banjir musiman.








