Internasional

Italia Bekukan Pakta Militer, Barat Mulai Jaga Jarak dari Israel

16
×

Italia Bekukan Pakta Militer, Barat Mulai Jaga Jarak dari Israel

Sebarkan artikel ini
Perdana Menteri Giorgia Meloni
Perdana Menteri Giorgia Meloni

ROMA – Peta dukungan Barat terhadap Israel mulai menunjukkan retakan serius. Italia, salah satu sekutu penting di Eropa, resmi membekukan perpanjangan otomatis kerja sama militer dengan Tel Aviv, sebuah langkah yang dibaca luas sebagai sinyal politik keras dari pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni.

Keputusan ini menandai perubahan penting di tengah memburuknya konflik di Lebanon dan Jalur Gaza, ketika tekanan internasional terhadap Israel terus meningkat.

Meloni secara terbuka mengumumkan bahwa pemerintah Italia tidak akan melanjutkan mekanisme perpanjangan otomatis pakta pertahanan lima tahunan yang selama dua dekade menjadi fondasi hubungan strategis kedua negara. Langkah itu disebut sebagai respons atas eskalasi kawasan yang dinilai semakin berbahaya.

“Pemerintah memutuskan menangguhkan perpanjangan otomatis perjanjian pertahanan dengan Israel dengan mempertimbangkan situasi saat ini,”

Perjanjian pertahanan Italia-Israel sendiri telah berlaku sejak 2003 dan selama ini diperpanjang otomatis setiap lima tahun. Siklus terbaru yang jatuh pada 13 April 2026 kini resmi dihentikan.

Langkah Roma dipandang bukan sekadar keputusan teknis, tetapi pesan diplomatik bahwa hubungan militer tidak bisa terus berjalan normal ketika konflik terus meluas dan korban sipil bertambah.

Yang menarik, keputusan ini lahir dari konsensus penuh di lingkaran elite pemerintahan Italia, melibatkan Menteri Pertahanan Guido Crosetto, Menteri Luar Negeri Antonio Tajani, hingga Wakil PM Matteo Salvini.

Soliditas kabinet ini memperkuat pesan bahwa Roma sedang mengubah pendekatan strategisnya terhadap Tel Aviv.

Bagi pengamat geopolitik Eropa, keputusan Meloni bisa menjadi preseden bagi negara-negara Uni Eropa lain untuk mengevaluasi ulang hubungan pertahanan dengan Israel, terutama jika perang di Lebanon dan Gaza terus meluas.

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Israel menghadapi tekanan diplomatik baru, bukan hanya dari negara-negara Global South, tetapi justru dari sekutu tradisional Baratnya sendiri.
Dengan kata lain, pembekuan pakta militer oleh Italia menjadi simbol bahwa “business as usual” dengan Israel mulai sulit dipertahankan di Eropa.

Kalau Kawan mau, saya bisa lanjut bantu bikin analisis lanjutan: apakah langkah Italia bisa diikuti Prancis, Spanyol, dan Jerman untuk kebutuhan berita lanjutan atau tajuk geopolitik.