Internasional

Trump Batalkan Perundingan, Menlu Iran Terbang ke Moskow

11
×

Trump Batalkan Perundingan, Menlu Iran Terbang ke Moskow

Sebarkan artikel ini
Iran Rusia
Menlu Iran Abas Araghchi Dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov

TEHERAN — Perundingan Amerika Serikat dan Iran kembali kandas di tengah jalan. Presiden Donald Trump resmi membatalkan rencana pertemuan di Islamabad, memicu Iran mengalihkan langkah ke jalur diplomasi regional.

Alih-alih menunggu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi justru mempercepat manuver. Dari Pakistan, ia bergerak ke Oman dan kini bersiap terbang ke Moskow untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.

Pembatalan perundingan terjadi setelah Washington menilai proposal terbaru Teheran belum memenuhi kepentingan AS. Trump bahkan menilai tidak ada gunanya melakukan perjalanan jauh tanpa hasil konkret.

Di sisi lain, Iran memilih tidak berhenti. Teheran mengintensifkan shuttle diplomacy, menjalin komunikasi dengan negara-negara kawasan seperti Oman, Qatar, Turki, hingga Arab Saudi.

Langkah menuju Moskow bukan tanpa alasan. Rusia selama ini menjadi sekutu strategis Iran sekaligus pemain penting dalam berbagai upaya mediasi konflik.

Fokus utama diplomasi Iran saat ini mengerucut pada stabilitas kawasan, terutama di Selat Hormuz—jalur vital energi dunia yang kini berada dalam tekanan konflik.

Iran juga berupaya membangun dukungan regional, sembari mengirim pesan bahwa mereka tetap terbuka untuk dialog. Namun, sikap itu disertai syarat: tekanan militer dan blokade AS harus dihentikan.

Sementara itu, komunikasi tidak sepenuhnya terputus. Trump menyebut Iran masih bisa membuka jalur negosiasi kapan saja, meski tanpa pertemuan langsung.

Situasi ini menempatkan kedua negara dalam posisi “setengah jalan”: diplomasi masih berjalan, tetapi tanpa titik temu.

Iran bergerak aktif mencari dukungan. Amerika memilih menunggu dengan tekanan.

Pertanyaannya kini sederhana: Moskow jadi jalan keluar, atau sekadar putaran baru kebuntuan? (Sumber : AlJazeera)