Peristiwa

Cari Penyebab Ikan Mati Massal, DLH Sisir Aliran Irigasi

×

Cari Penyebab Ikan Mati Massal, DLH Sisir Aliran Irigasi

Sebarkan artikel ini
Ikan Mati Massal
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang bersama Satgas Citarum Harum Sektor 10 Sisir Irigasi, Cari Penyebab Ikan Mati Massal

KARAWANG – Kematian massal ikan di aliran sungai irigasi wilayah Leuweung Seureuh, Kabupaten Karawang, memicu penyelidikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang bersama Satgas Citarum Harum Sektor 10.

Tim gabungan turun ke lapangan setelah menerima laporan warga mengenai banyaknya ikan yang ditemukan mati dan mengambang di sepanjang aliran sungai.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Kabupaten Karawang, Luki Mantera Dwi Putra Romly, mengatakan penelusuran dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya pencemaran lingkungan yang memicu kejadian tersebut.

“Kami bersama Satgas Citarum Harum Sektor 10 langsung melakukan pengecekan dan penelusuran setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya ikan mati di aliran sungai wilayah Leuweung Seureuh,” kata Luki, Selasa (2/6).

Dalam pemeriksaan awal, petugas melakukan pengujian kualitas air menggunakan parameter derajat keasaman (pH).

Hasil pengujian menunjukkan nilai pH berada pada angka 6, yang masih masuk dalam rentang baku mutu lingkungan antara 6 hingga 9.

“Hasil pengujian pH menunjukkan angka 6. Nilai tersebut masih berada dalam rentang baku mutu yang dipersyaratkan,” ujarnya.

Meski demikian, DLH belum dapat menyimpulkan penyebab kematian ikan hanya berdasarkan hasil uji awal tersebut.

Untuk memastikan penyebabnya, petugas akan mengambil sampel air dari saluran terkait guna diuji lebih lanjut di laboratorium lingkungan.

Berdasarkan keterangan warga, ikan mulai ditemukan mati pada Senin malam (1/6) sekitar pukul 22.30 WIB. Bangkai ikan masih terlihat mengambang hingga Selasa pagi saat pemeriksaan lapangan dilakukan.

Tim gabungan juga menyisir sepanjang aliran sungai guna mencari kemungkinan sumber pencemaran.

Namun hingga penelusuran selesai dilakukan, petugas belum menemukan sumber pencemaran secara langsung.

“Penelusuran yang kami lakukan belum menemukan secara langsung sumber pencemaran yang menyebabkan ikan mati di aliran sungai tersebut,” jelas Luki.

Meski begitu, berdasarkan informasi dari masyarakat, dugaan sementara mengarah pada adanya pencemaran yang berasal dari wilayah sekitar Leuweung Seureuh.

DLH bersama Satgas Citarum Harum memastikan investigasi dan pemantauan akan terus dilakukan hingga penyebab kematian massal ikan dapat dipastikan.

DLH juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil ataupun mengonsumsi ikan mati yang ditemukan di aliran sungai karena dikhawatirkan mengandung zat berbahaya.

“Saya minta masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan yang mati di sungai irigasi. Dikhawatirkan mengandung racun,” pungkasnya