Daerah

KDS Siapkan Solusi Permanen Jinakkan Banjir Tegalluar

×

KDS Siapkan Solusi Permanen Jinakkan Banjir Tegalluar

Sebarkan artikel ini
KDS
KDS Tinjau Sungai Citarum, Muara Semua Anak Sungainya

BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir yang selama ini menjadi persoalan tahunan di kawasan Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang.

Solusi yang disiapkan meliputi normalisasi Sungai Cilisungan, pelebaran alur sungai, pengerukan sedimentasi, hingga pembangunan Danau Retensi Tegalluar 1 sebagai pengendali banjir.

Untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai rencana, Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS (KDS) meninjau langsung kegiatan normalisasi Sungai Cilisungan di Desa Tegalluar, Senin (1/6).

“Kami terus melakukan langkah-langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir di Tegalluar dan wilayah sekitarnya,” kata KDS.

Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir adalah sedimentasi yang terjadi selama bertahun-tahun sehingga mengurangi kapasitas tampung sungai saat debit air meningkat.

Karena itu, pengerukan sedimentasi dan pelebaran sungai menjadi prioritas dalam upaya pemulihan fungsi aliran air.

“Di antaranya normalisasi sungai dengan pengerukan sedimentasi, pelebaran sungai dan anak sungai, serta penataan saluran air yang melintas di wilayah Bojongsoang,” ujarnya.

Selain normalisasi sungai, Pemkab Bandung juga mengawal pembangunan Danau Retensi Tegalluar 1 yang akan dibangun di lahan seluas sekitar 1,5 hektare.

KDS menyebut proyek tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan saat ini memasuki tahapan lanjutan.

“Untuk Danau Retensi Tegalluar 1 ini alhamdulillah sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Saat ini prosesnya terus berjalan,” ungkapnya.

Danau retensi tersebut dirancang untuk menampung limpasan air saat curah hujan tinggi sehingga mampu mengurangi beban aliran sungai dan menekan potensi genangan di kawasan permukiman.

Tidak hanya itu, sejumlah infrastruktur yang dinilai menghambat aliran air juga akan dievaluasi. Beberapa jembatan yang kapasitasnya tidak lagi memadai direncanakan untuk dibongkar dan diganti dengan konstruksi baru yang lebih mendukung kelancaran aliran air.

KDS menegaskan, penanganan banjir tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan pemerintah.

“Mudah-mudahan semua mendukung dan menyadari bahwa ini untuk kepentingan bersama. Penanganan banjir Tegalluar membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar hasilnya maksimal,” tegasnya.

Ia berharap normalisasi sungai dan pembangunan danau retensi dapat menjadi solusi permanen untuk mengurangi banjir yang selama ini menjadi keluhan warga Tegalluar dan Bojongsoang.