Internasional

Drone Hezbollah Bikin Israel Kelabakan di Lebanon

×

Drone Hezbollah Bikin Israel Kelabakan di Lebanon

Sebarkan artikel ini
Hezollah menggunakan drone first-person view (FPV) berbasis kabel serat optik terhadap posisi pasukan Israel di Lebanon Selatan.

BEIRUT – Kemampuan drone Hezbollah yang terus berkembang mulai mengubah peta pertempuran di Lebanon Selatan. Militer Israel yang selama ini mendominasi ruang udara kini menghadapi ancaman baru dari serangan pesawat nirawak berbiaya murah namun efektif.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah penggunaan drone berbasis serat optik (fiber optic drone) yang tidak mengandalkan sinyal radio untuk pengendaliannya. Teknologi tersebut membuat drone lebih sulit dilacak maupun dilumpuhkan dengan sistem pengacau sinyal elektronik (jamming) yang selama ini menjadi andalan militer modern.

Dalam beberapa bulan terakhir, Hezbollah merilis sejumlah rekaman serangan menggunakan drone first-person view (FPV) berbasis kabel serat optik terhadap posisi pasukan Israel di Lebanon Selatan.

Selain itu, kelompok bersenjata Lebanon tersebut juga mulai mengoperasikan drone yang dilengkapi kamera termal atau penglihatan malam. Teknologi ini memungkinkan operator mendeteksi panas tubuh manusia maupun mesin kendaraan, sehingga sasaran tetap dapat ditemukan meski dalam kondisi gelap.

Perkembangan tersebut dinilai meningkatkan risiko bagi pasukan Israel yang beroperasi di wilayah Lebanon Selatan, baik pada siang maupun malam hari.

Salah satu contoh terlihat setelah pasukan Israel menguasai kawasan Kastel Beaufort, benteng bersejarah berusia sekitar 900 tahun di Lebanon Selatan. Tidak lama berselang, Hezbollah merilis video yang memperlihatkan pemantauan terhadap aktivitas militer Israel di lokasi tersebut menggunakan drone penglihatan malam.

Sejak Maret lalu, puluhan korban dilaporkan berjatuhan akibat serangan drone dalam konflik yang terus berlangsung di kawasan perbatasan Lebanon-Israel.

Perubahan taktik Hezbollah ini dinilai sebagai bentuk perang asimetris yang memanfaatkan teknologi relatif murah untuk menghadapi kekuatan militer yang jauh lebih besar.

Situasi tersebut bahkan mendorong Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengakui ancaman drone sebagai tantangan serius yang tengah dihadapi negaranya. Netanyahu menyatakan para ahli terbaik Israel saat ini dikerahkan untuk mencari solusi menghadapi ancaman tersebut.

Sementara itu, pengalaman perang di Ukraina menunjukkan bahwa penggunaan jaring pelindung dan berbagai metode fisik sederhana masih menjadi salah satu cara efektif menghadapi ancaman drone berbasis serat optik yang tidak dapat diganggu melalui peperangan elektronik.

Dengan kemampuan drone yang terus berkembang, ruang gerak pasukan Israel di Lebanon Selatan kini semakin terbatas dan berisiko tinggi, menandai babak baru dalam dinamika konflik di kawasan tersebut.