Daerah

Hari Lingkungan Sedunia, Bayongbong Gaungkan Aksi Hijau

×

Hari Lingkungan Sedunia, Bayongbong Gaungkan Aksi Hijau

Sebarkan artikel ini
Hari Lingkungan
Peringatan "Hari Lingkungan Sedunia Tahun 2026." Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini dipusatkan di Lapang Harum Madu, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jum'at (5/6/2026)

GARUT – Peringatan Hari Lingkungan Sedunia 2026 di Kecamatan Bayongbong menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam. Pemerintah Kecamatan Bayongbong bersama Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) mengajak masyarakat membangun budaya hidup yang selaras dengan lingkungan demi keberlanjutan masa depan.

Kegiatan yang digelar di Lapang Harum Madu, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jumat (5/6), dihadiri Camat Bayongbong Jeje Jenal Abidin, jajaran SSC, relawan lingkungan, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Camat Bayongbong Jeje Jenal Abidin menegaskan bahwa lingkungan merupakan fondasi utama kehidupan yang harus dijaga bersama. Menurutnya, manusia memiliki tanggung jawab besar untuk merawat alam yang saat ini menghadapi berbagai ancaman kerusakan.

“Lingkungan merupakan tempat tinggal kita dan menjadi penopang kehidupan. Karena itu, menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Jeje.

Sebagai tindak lanjut dari peringatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Bayongbong berkomitmen menghidupkan kembali berbagai gerakan lingkungan, seperti program Jumat Bersih dan Jumat Menanam di seluruh wilayah kecamatan.

Sementara itu, Direktur Sekolah Sungai Cimanuk (SSC), Mulyono Kadafi, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Sedunia tahun ini mengusung tema “Inspired by Nature, For Climate, For Our Future” yang menekankan pentingnya aksi nyata menghadapi perubahan iklim.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari karakter dan kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk membiasakan tindakan sederhana yang berdampak besar, seperti mengurangi sampah plastik, menghemat energi dan air, menanam pohon, serta menjaga kebersihan sungai,” kata Mulyono.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat, lestari, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Peringatan Hari Lingkungan Sedunia 2026 di Bayongbong diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh lapisan masyarakat.