Internasional

CNN : Iran Rayakan Kemenangan, AS Gagap di Meja Negosiasi Nuklir

×

CNN : Iran Rayakan Kemenangan, AS Gagap di Meja Negosiasi Nuklir

Sebarkan artikel ini
Iran
Iran menyatakan diri sebagai pemenang dalam negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat. Deklarasi itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran melalui siaran televisi,  Jumat, (12/6/2026)

WASHINGTON – Iran menyatakan diri sebagai pemenang dalam negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat. Deklarasi itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran melalui siaran televisi,  Jumat, (12/6/2026).  Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Republik Islam Iran dan rakyatnya telah meraih kemenangan strategis di medan perundingan internasional.

“Ini bukan slogan. Ini bukan berlebihan. Ini adalah realitas,” demikian pernyataan resmi dari konferensi pers Kementerian Luar Negeri Iran yang dikutip CNN, Sabtu (13/6/2026)

Namun, perayaan kemenangan Iran justru menciptakan kebingungan dikalangan warga AS. Baik Washington maupun Teheran mengaku berada di ambang kesepakatan, tetapi keduanya tampak berbicara tentang kesepakatan yang berbeda. Perbedaan fundamental terlihat pada sejumlah isu krusial.

Selat Hormuz: Poin Nego Utama

Pertama, soal Selat Hormuz yang saat ini ditutup. Pejabat AS mengatakan bahwa dalam perjanjian awal, selat akan dibuka kembali. Namun, Iran menolak membuka selat kecuali dalam syarat yang mereka minta dipenuhi.

“Iran akan membuka Selat Hormuz hanya jika berada di bawah manajemen Iran dan jika ada biaya transit atau bea lintasan,” ungkap sumber diplomatik yang dikutip CNN.

Kondisi ini bertentangan langsung dengan ucapan Trump yang telah berkali-kali menyatakan bahwa syarat semacam itu adalah “absolutely no goes”—sama sekali tidak dapat diterima.

Program Nuklir: Komitmen Tak Jelas

Kedua, isu inti yang memicu perang—program nuklir Iran. Pejabat administrasi Trump menyatakan bahwa program nuklir Iran akan dibongkar sepenuhnya dan material nuklir akan dihancurkan serta dikeluarkan dari Iran.

Namun, Iran mengatakan hal yang berbeda. Teheran hanya bersedia negosiasi nuklir setelah 60 hari pasca penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Artinya, tidak ada komitmen konkret mengenai program nuklir dalam perjanjian awal.

“Mereka (Iran) pada dasarnya tidak mau mebahas kesepakatan nuklir dulu sebelum ada realisasi janji AS,” jelas sumber pemerintah AS yang berbicara dengan CNN.

Cadangan Devisa Iran yang Dibekukan AS: Polemik 24 Miliar Dolar

Ketiga, soal cadangan devisa Iran yang dibekukan di luar negeri. Pejabat senior AS mengatakan bahwa tidak ada uang Iran yang akan dilepaskan sampai Teheran melaksanakan komitmennya.

Namun, Iran mengumumkan bahwa 24 miliar dolar akan dilepaskan untuk mereka—setengahnya langsung saat penandatanganan MoU. Ini adalah jumlah yang sangat substansial dan menjadi titik kontrovesi.

Hal itu membungkam kritik Trump terhadap administrasi Obama dahulu, yang disebut Trump melepaskan Berangkas Uang kepada Iran tanpa kompensasi apapun.

Pegangan Jurnalis CNN

Ketika ditanya tentang perbedaan narasi ini, pejabat senior administrasi Trump menyampaikan penjelasan yang menarik. Mereka berargumen bahwa Iran sedang mengirimkan pesan pada kalangan internal—untuk memuaskan rakyat Iran di Teheran yang menginginkan kemenangan simbolis.

“Apa yang dikatakan AS adalah yang perlu dipercaya. Jika Iran mengkomunikasikan perbedaan, itu karena mereka perlu mengirimkan pesan ke dalam,” kata seorang pejabat administrasi Trump kepada CNN.

Catatan Kritis dan Optimisme CNN

Trump telah mengklaim berkali-kali bahwa kesepakatan “sudah dekat” kemudian tak terbukti. Hanya saja jurnalis CNN menangkap indikasi kali ini terasa berbeda.

Menteri Luar Negeri Iran menyatakan mereka lebih dekat pada kesepakatan daripada sebelumnya. Lebih penting lagi, Perdana Menteri Pakistan mengatakan bahwa teks final untuk kesepakatan perdamaian telah disepakati. Kini, kedua belah pihak hanya menyelesaikan aspek teknis penandatanganan.

“Mereka sedang bekerja pada detail pelaksanaan, bukan lagi substansi kesepakatan,” kata sumber dari komunitas intelijen internasional yang diwawancara CNN.

Jalan Panjang Masih Terbentang

Kesenjangan antara narasi Iran dan AS menunjukkan bahwa kesepakatan final belum tercapai. Kedua belah pihak berbicara tentang “kesepakatan” dengan klaim berbeda—dengan syarat yang bertolak belakang – artinya prospek kesepakatan final masih penuh ketidakpastian.