Daerah

Gunung Soputan Level Waspada, Masyarakat Diminta Jauhi Radius 1,5 Km

×

Gunung Soputan Level Waspada, Masyarakat Diminta Jauhi Radius 1,5 Km

Sebarkan artikel ini
Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Foto: Antara

SPIRITS.Id – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau pendaki, wisatawan, serta masyarakat yang berada di sekitar Gunung Soputan, Sulawesi Utara, untuk tidak beraktivitas di area tersebut dan menjauhi radius 1,5 kilometer dari puncak gunung.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Mei 2026, tingkat aktivitas Gunung Soputan tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini,” kata Pelaksana Tugas Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria dalam laporan evaluasi Gunung Soputan yang diterima di Manado, Sabtu.

Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar Gunung Soputan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hujan abu saat erupsi.

Aktivitas kegempaan Gunung Soputan pada periode 16–31 Mei 2026 didominasi oleh gempa tektonik jauh, dengan catatan seismograf menunjukkan 11 kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, serta 104 kali gempa tektonik jauh.

Dari hasil pengamatan visual, tidak terlihat adanya guguran, sementara asap kawah terpantau mencapai ketinggian maksimal sekitar 30 meter dari puncak.

Secara instrumental, aktivitas kegempaan gunung ini masih didominasi oleh gempa tektonik. Secara umum, periode tersebut menunjukkan aktivitas tektonik yang relatif tinggi, namun tidak disertai pergerakan magma ke permukaan, serta tidak terdapat perubahan signifikan pada tekanan di bawah tubuh Gunung Soputan.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bahaya berupa lontaran material, aliran lava, maupun guguran material piroklastik, mengingat tingginya aktivitas gempa tektonik pada periode tersebut.

Selain itu, jika terjadi erupsi, potensi bahaya sekunder berupa lahar dapat terjadi di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Soputan.