TASIKMALAYA – Perjalanan seorang pelajar perempuan berinisial YP (14), warga Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, yang hendak menemui kerabat di Jakarta berakhir tak terduga. Alih-alih sampai ke tujuan, ia justru terlantar di Kota Tasikmalaya setelah salah menumpang kendaraan.
Beruntung, kepedulian warga dan respons cepat aparat kepolisian membuat siswi tersebut akhirnya bisa kembali ke pelukan keluarganya.
Peristiwa itu bermula saat YP meninggalkan rumah untuk menemui kerabatnya di Jakarta. Dalam perjalanan, ia menumpang sebuah truk colt diesel yang melintas. Namun tanpa disadari, kendaraan tersebut melaju ke arah Kota Tasikmalaya.
Sesampainya di sekitar Terminal Tipe A Indihiang, YP turun dari kendaraan dan tampak kebingungan karena tidak mengetahui lokasi keberadaannya maupun arah yang harus dituju.
Warga yang melihat kondisi tersebut segera memberikan pertolongan dan mengantarkannya ke Mapolres Tasikmalaya Kota untuk mendapatkan perlindungan serta pendampingan.
Setibanya di Mapolres Tasikmalaya Kota, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) langsung melakukan penanganan. Personel Pamapta I kemudian bergerak cepat menelusuri identitas keluarga YP dan berkoordinasi dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Dinas Sosial Kota Cimahi.
Sekitar pukul 22.00 WIB, perwakilan UPTD PPA dan Dinas Sosial Kota Cimahi tiba di Mapolres Tasikmalaya Kota untuk menjemput YP. Setelah proses administrasi dan koordinasi selesai, pelajar tersebut diserahkan untuk dipertemukan kembali dengan keluarganya.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto melalui Pamapta I, Ipda Jonih Jonansa, mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah perlindungan setelah menerima laporan adanya seorang anak yang terlantar dan kebingungan di wilayah Kota Tasikmalaya.
“Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan langkah perlindungan, pendataan, serta koordinasi dengan instansi terkait agar anak tersebut dapat segera dipertemukan kembali dengan keluarganya,” kata Ipda Jonih, Jumat (13/6/2026) malam.
Ia juga mengimbau para orang tua agar terus membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak serta memberikan perhatian dan pendampingan yang memadai.
Menurutnya, sebelum diserahkan kepada pihak terkait, YP juga mendapatkan pembinaan dan motivasi dengan pendekatan humanis agar memahami risiko dari tindakannya dan lebih mengutamakan keselamatan diri.
Keberhasilan pemulangan YP, lanjut Ipda Jonih, menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara masyarakat, kepolisian, Dinas Sosial, dan lembaga perlindungan anak dalam menjaga keselamatan anak-anak yang berada dalam situasi rentan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara masyarakat, kepolisian, Dinas Sosial, dan instansi perlindungan anak yang bersama-sama mengutamakan keselamatan serta masa depan anak,” pungkasnya.








