SUKABUMI – Letkol Inf Beny Syafri pimpin peletakan batu pertama Jembatan Gantung Garuda Tahap V di Cibadak. Jembatan ini bakal jadi akses vital warga Cipanas-Bojong Koneng segera terwujud.
Pembangunan berada di lokasi jembatan penghubung Kampung Cipanas RT 002 RW 023 dengan Kampung Bojong Koneng RT 001 RW 003 dan RW 024, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Selasa 23 Juni 2026. Jembatan melintasi Sungai Cicatih.
Dandim 0607/Kota Sukabumi Beny Syafri tegaskan jembatan bukan sekadar fisik. “Ini simbol kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian. Akses pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi warga harus lebih lancar, aman, efisien,” ujarnya.
Program kolaborasi TNI AD dan masyarakat ini buka akses wilayah. Selama ini warga bergantung jalur penyeberangan rawan untuk menghubungkan dua permukiman.
Camat Cibadak Mulyadi mengapresiasi proyek strategis itu. “Kami harap Jembatan Garuda tingkatkan akses masyarakat, khususnya ekonomi dan pendidikan. Manfaat dirasakan jangka panjang,” kata Mulyadi.
Turut hadir Kasdim Mayor Arm Nanda Supriatna, Danramil Kapten Cba Edi Rosana, Kapolsek Kompol Idji Jubaedi, Lurah Ridwan Kurniawan, dan tokoh masyarakat.
Beny Syafri pastikan Kodim 0607/Kota Sukabumi dukung penuh pembangunan pro-rakyat. Ia ajak warga rawat fasilitas agar manfaatnya awet. “Kehadiran TNI untuk ciptakan solusi bersama masyarakat,” tegasnya.
Jembatan Garuda sudah dibangun di beberapa titik Sukabumi: Cibadak, Parungkuda, Cisaat, dan Cikembar. Program perkuat sinergi TNI, pemda, aparat, dan warga.
Keberadaan jembatan diyakini akan mendorong ekonomi dan percepat pembangunan Cibadak. Keselamatan warga yang beraktivitas terjamin, mobilitas tak lagi terhambat Sungai Cicatih.
Pembangunan Tahap V ini bukti nyata kolaborasi TNI-rakyat hadirkan infrastruktur merata hingga pelosok. Dandim memastikan proyek berjalan lancar, aman, tepat waktu.
Warga Cibadak menyambut gembira dan meyakini jembatan Garuda jadi harapan baru mengatasi putusnya isolasi antar kampung.




