SUKABUMI – Kemeriahan menyelimuti Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pajagan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (24/6). Ribuan warga pesisir berkumpul merayakan agenda tahunan *Syukuran Nelayan* Cisolok ke-29 sebagai bentuk refleksi spiritual dan penghormatan terhadap kearifan lokal setempat.
Acara adat yang sarat akan makna ini digelar sebagai wujud rasa syukur yang mendalam dari para pelaut tradisional atas melimpahnya *hasil laut* yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian mereka. Selain menjadi ritual tahunan, momentum ini sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan gotong royong antarwarga pesisir di Sukabumi.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa *Syukuran Nelayan* bukan sekadar pesta rakyat, melainkan instrumen penting pelestarian budaya. Sri menilai tradisi ini menjadi ruang dialog terbuka yang mempertemukan langsung aparatur pemerintah dengan para pencari *hasil laut* demi merumuskan kebijakan perikanan yang berkelanjutan.
Senada, Ketua DPC HNSI Kabupaten Sukabumi, Dede Ola mengingatkan pentingnya menjaga esensi religius di tengah gemerlapnya festival budaya ritual *Syukuran Nelayan* ini. Pihaknya menekankan bahwa kreativitas generasi muda dalam pentas seni lokal harus tetap berjalan beriringan tanpa mencederai nilai keagamaan demi menjaga keberkahan melimpahnya *hasil laut* di masa depan.
Camat Cisolok, Okih Fazri turut mengapresiasi kerja keras seluruh panitia, donatur, dan relawan yang berhasil menyukseskan gelaran ke-29 ini. Pihak kecamatan berharap kolaborasi lintas sektor yang terbangun selama festival dapat terus berlanjut untuk mendukung program keselamatan kerja serta peningkatan kesejahteraan hidup keluarga nelayan di wilayah Cisolok.
Rangkaian pesta pantai tahun ini ditutup dengan berbagai festival budaya, perlombaan tradisional, tabligh akbar, hingga panggung hiburan rakyat yang menyedot perhatian wisatawan domestik dari berbagai daerah.




