Peristiwa

Rumah Besar Pensiunan Disiapkan KDS, Ada Rencana Apa?

×

Rumah Besar Pensiunan Disiapkan KDS, Ada Rencana Apa?

Sebarkan artikel ini
KDS
Bupati Bandung ungkap skenario khusus untuk pensiunan ASN. Simak pesan mendalam KDS saat pimpin audiensi besar di Soreang

SOREANG — Sebuah langkah strategis tengah disiapkan untuk merangkul kembali para mantan abdi negara agar tetap bertaji pasca-pensiun. Wadah khusus kini tengah diperkuat demi menjaga taji para purnabakti tersebut.

Langkah nyata ini ditegaskan langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang akrab disapa *KDS, saat menerima audiensi penting dari jajaran Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI Kabupaten Bandung*).

Pertemuan khidmat tersebut digelar di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, pada Kamis (25/6).

Dalam kesempatan itu, *KDS* mendorong agar organisasi ini tidak sekadar menjadi tempat berkumpul biasa, melainkan bertransformasi menjadi “rumah besar” bagi seluruh pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia meminta seluruh anggota menjaga kekompakan agar tidak mudah terpecah belah.

Lebih lanjut, *KDS* menilai bahwa pengalaman mumpuni dan kapasitas yang dimiliki para anggota *PWRI Kabupaten Bandung* masih sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Meskipun sudah tidak aktif berdinas, pemikiran serta jam terbang para purnabakti dinilai menjadi aset berharga untuk menyokong percepatan pembangunan daerah.

“Yang paling penting adalah menjaga silaturahmi dan kekompakan. Jangan sampai terpecah. PWRI harus menjadi rumah besar bagi para pensiunan untuk terus menjalin kebersamaan dan memberikan manfaat bagi sesama,” tegas sang Bupati.

Pihak pemerintah daerah pun menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh terhadap penguatan struktur kelembagaan maupun program pelayanan bagi para anggota organisasi.

Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Bandung, H.D. Aulia atau Dudung Aulia, membeberkan sejumlah program terobosan yang tengah berjalan.

Beberapa di antaranya meliputi kerja sama pembuatan kartu anggota multifungsi yang merangkap sebagai ATM bersama Bank BJB, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Hukum, hingga penguatan struktur pembinaan organisasi yang kini telah tersebar di 31 kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung.