Internasional

Deal Iran: Israel Merasa Dikhianati oleh Amerika Serikat

×

Deal Iran: Israel Merasa Dikhianati oleh Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini
Trump dan Netanyahu
Presiden AS DOnald Trump dan Presiden Israel Benjamin Netanyahu

BERLIN – Lanskap politik Timur Tengah mendadak guncang setelah perundingan damai sepihak di Swiss membuahkan *kesepakatan Iran* antara Amerika Serikat dan Tehran tanpa mengikutsertakan perwakilan Israel di meja diplomasi.

Langkah berani Presiden Donald Trump menandatangani memorandum kesepahaman (MoU) dianggap sebagai bentuk pengkhianatan nyata bagi Tel Aviv, mengingat kedua negara tersebut yang mengawali genderang perang melawan rezim Mullah.

Terkait situasi ini, koresponden DW di Yerusalem, Emily Gordee, melaporkan bahwa publik Israel sangat terpukul. “Banyak warga Israel yang sangat skeptis… dan banyak yang secara efektif melihat hal ini sebagai bentuk pengkhianatan, mengingat AS dan Israel-lah yang bersama-sama memulai perang ini,” ujar Emily dalam kutipan *kesepakatan Iran* tersebut.

Isi *kesepakatan Iran* itu pun dinilai oleh pengamat telah mengabaikan isu krusial pertahanan Israel, mulai dari kepemilikan nuklir hingga ancaman rudal balistik jarak jauh.

Pakar dan koresponden kawakan Timur Tengah, Richard C. Schneider, menegaskan bahwa kemarahan Tel Aviv sangat wajar karena dokumen tersebut mengabaikan poin vital keamanan mereka. “Memorandum ini tidak memperhitungkan isu-isu paling penting bagi Israel, bukan hanya masalah nuklir, tetapi juga masalah rudal balistik, dan tentu saja, masalah proksi,” ungkap Richard membedah isi *kesepakatan Iran* tersebut.

Merespons adanya *kesepakatan rahasia* tersebut, PM Benjamin Netanyahu langsung menggalang kekuatan domestik dan menegaskan bahwa Israel akan tetap berdiri sendiri menggempur proksi Iran di Lebanon demi menjaga kedaulatannya. (Sumber DW News)