Internasional

AS Serang Lagi Iran, Selat Hormuz Membara!

×

AS Serang Lagi Iran, Selat Hormuz Membara!

Sebarkan artikel ini
Ledakan Besar
Timur Tengah membara! Militer AS resmi luncurkan serangan rudal kuat ke Iran selatan setelah kapal Arab Saudi dan Qatar disabotase. Simak situasi daruratnya

DOHA – Situasi di Timur Tengah mendadak mencekam setelah militer Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi bahwa mereka resmi meluncurkan serangan rudal kuat ke wilayah Iran bagian selatan. Langkah militer super agresif ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan rute perdagangan minyak dunia.

Komando Pusat Militer AS (Centcom) menegaskan, *serangan rudal* dahsyat tersebut merupakan hukuman langsung bagi Teheran. AS menuduh Iran telah menargetkan dan menyerang tiga kapal komersial milik Arab Saudi serta Qatar saat kapal-kapal tersebut tengah transit melewati jalur laut kritis dunia.

Meski otoritas militer Iran belum merilis konfirmasi resmi terkait kerusakan yang dialami, televisi pemerintah Iran (IRIB) mengabarkan adanya rentetan *serangan rudal* yang memicu ledakan hebat di dua lokasi strategis. Setidaknya, enam ledakan dilaporkan terdengar bergemuruh keras di Pulau Qeshm.

Sebagai informasi, Pulau Qeshm merupakan wilayah terbesar sekaligus titik paling krusial bagi otoritas pertahanan Iran dalam mengontrol perairan global. Selain itu, tujuh hantaman serangan rudal lainnya juga dilaporkan mengguncang area sekitar Pelabuhan Sirik yang berhadapan langsung dengan mulut selat.

Hingga saat ini, ketegangan di area perairan tersebut dilaporkan terus meningkat tanpa henti. Iran bersikeras bahwa otoritas penuh atas wilayah jalur laut komersial itu berada di tangan mereka, sehingga setiap kapal tangker minyak asing yang melintas wajib melakukan koordinasi ketat dengan pihak Teheran.

Di sisi lain, pihak Qatar baru saja merilis pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa salah satu kapal tangker gas alam cair (LNG) milik mereka turut menjadi korban sabotase. Pihak Iran langsung merespons tuduhan tersebut dan menyebut klaim Qatar sebagai tuduhan sepihak yang sangat dipertanyakan serta menyalahi prinsip dasar diplomasi antarnegara tetangga.