SUMEDANG – Kopdar Fotografi Sumedang dan Ekonomi Kreatif Sumedang jadi sorotan di area landing Paralayang. Kopdar Fotografi Sumedang kumpulkan puluhan fotografer dan kreator.
Ekonomi Kreatif Sumedang didorong lewat silaturahmi lintas subsektor. Ekonomi Kreatif Sumedang dinilai punya SDM siap bersaing nasional.
Acara bertajuk “Ngopi di Balik Layar dan Lensa” digelar. Ekonomi Kreatif Sumedang diharapkan tumbuh lewat pelatihan dan kolaborasi visual.
Puluhan fotografer berkumpul dalam Kopdar Fotografi Sumedang 2026 bertajuk “Ngopi di Balik Layar dan Lensa” yang digelar di kawasan Synersialoka, area landing Paralayang, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini diinisiasi Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia APFI Sumedang.
Hadir sebagai narasumber Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, Ketua APFI Rica Prayoga, CEO PT Lokalangit Nusantara Septian Firmansyah, serta konten kreator asal Sumedang Krisna Euy.
Ketua APFI Rica Prayoga mengatakan kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus kolaborasi lintas subsektor Ekonomi Kreatif Sumedang.
“Selama ini kita lebih sering berkomunikasi di grup. Alhamdulillah hari ini bisa bertemu langsung untuk saling berbagi pengalaman, ilmu, dan inspirasi. Harapannya silaturahmi ini semakin memperkuat kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif di Sumedang,” ujarnya.
Rica menjelaskan, APFI aktif menyelenggarakan pelatihan fotografi dasar dan intermediate, pelatihan konten kreator, hingga kegiatan Oprek atau Obrolan Praktisi Ekonomi Kreatif yang melibatkan berbagai subsektor. Ke depan, APFI juga akan menghadirkan pelatihan videografi dan memperluas kolaborasi untuk mengangkat potensi pariwisata Sumedang melalui karya visual.
CEO PT Lokalangit Nusantara Septian Firmansyah menilai Sumedang memiliki SDM kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Perusahaannya telah memberdayakan banyak tenaga kreatif asal Sumedang, mulai dari fotografer, videografer hingga pilot drone untuk proyek di seluruh Indonesia.
“Kami ingin Sumedang menjadi tempat lahirnya SDM kreatif yang mampu bersaing di mana saja. Tantangannya sekarang adalah meningkatkan kualitas sekaligus membangun standar profesional, termasuk dalam menentukan nilai jasa yang sesuai dengan kompetensinya,” kata Septian.
Konten kreator Krisna Euy menambahkan, perkembangan media sosial membuka peluang ekonomi besar. “Konten kreator di Sumedang jumlahnya sangat banyak. Bahkan ada yang penghasilannya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan. Ini membuktikan media sosial mampu membuka lapangan pekerjaan baru,” ujarnya.
Ia menekankan, menjadi konten kreator butuh kesabaran, kreativitas, dan konsistensi. “Kuncinya sabar, kreatif, bahkan harus super sabar dan super kreatif,” katanya.
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengapresiasi Kopdar Fotografi Sumedang sebagai wadah meningkatkan kompetensi dan memperkuat jejaring insan kreatif. Ia menilai tumbuhnya fotografer dan kreator berkualitas jadi indikator kreativitas masyarakat yang berdampak pada pembangunan daerah.
“Ketika masyarakatnya kreatif, inovatif, dan mandiri, pemerintah cukup menjadi fasilitator, sedangkan masyarakat menjadi co-creator pembangunan,” ujar Dony.
Bupati juga mendorong pemanfaatan AI dan menjadikan alam, budaya, kuliner, serta destinasi wisata Sumedang sebagai “kanvas” karya visual untuk memperkuat citra daerah di tingkat nasional maupun internasional.





