Olahraga

Panduan Tata Cara Sujud Syukur Sesuai Ketentuan Tuntunan Nabi

×

Panduan Tata Cara Sujud Syukur Sesuai Ketentuan Tuntunan Nabi

Sebarkan artikel ini
Sujud Syukur
Mendapat nikmat atau terhindar dari musibah? Simak panduan tata cara sujud syukur yang benar sesuai hadits sahih Rasulullah SAW di sini!

BANDUNG — Di dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim sering kali mendapatkan limpahan nikmat yang tidak terduga atau terhindar dari marabahaya besar. Sebagai bentuk ekspresi terima kasih yang mendalam kepada Allah SWT, Islam mengajarkan ibadah praktis berupa sujud syukur.

Secara prinsip, perintah untuk selalu bersyukur telah ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Ibrahim ayat 7, di mana Allah berjanji akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. Namun, untuk tata cara sujud syukur secara teknis dan spesifik, umat Islam merujuk langsung pada keteladanan dan hadits sahih Rasulullah SAW.

Landasan utama ibadah ini bersumber dari hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, dari sahabat Abu Bakrah RA, yang menceritakan kebiasaan Nabi SAW:

أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشِرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ
Artinya: “Bahwa Nabi SAW apabila datang kepada beliau sesuatu yang menggembirakan atau dikabarkan berita gembira, beliau langsung tersungkur bersujud untuk bersyukur kepada Allah.”

Berdasarkan petunjuk sunnah dan kesepakatan para ulama, berikut adalah panduan praktis melakukan sujud syukur yang benar:

1. Dilakukan Spontan saat Nikmat Datang: Sujud ini dilakukan segera setelah seseorang menerima kabar gembira atau terhindar dari musibah yang hampir menimpa.

2. Kondisi Kesucian (Khilafiyah): Mayoritas ulama menganjurkan dalam keadaan suci dan menghadap kiblat. Namun, sebagian ulama besar (seperti Ibnu Taimiyah dan Syaukani) menilai boleh dilakukan langsung walau tanpa wudhu atau bagi wanita yang tidak berhijab, karena sifatnya yang spontan dan tidak sama dengan shalat.

3. Gerakan Sujud: Cukup melakukan *satu kali sujud* (seperti gerakan sujud dalam shalat). Dimulai dengan takbir (Allahu Akbar), langsung turun bersujud, lalu bangkit dari sujud tanpa perlu tasyahud akhir maupun salam.

4. Bacaan Doa: Tidak ada doa khusus yang membatasi, namun disunnahkan membaca pujian kepada Allah, seperti:

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ
Artinya: “Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya.”

Dengan memahami panduan sahih ini, setiap muslim dapat mengamalkan sunnah Rasulullah SAW dengan benar sekaligus menjaga hati agar selalu terikat kepada Sang Pencipta dalam setiap momen kebahagiaan.