Olahraga

Psywar Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Enggan Takut!

×

Psywar Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Enggan Takut!

Sebarkan artikel ini
Prancis vs Spanyol
Tensi memanas jelang laga perebutan tiket final Piala Dunia 2026! Bek Prancis Ibrahima Konate beri respons menohok atas psywar Lamine Yamal. Les Bleus siap gulingkan Spanyol!

RMOL – Lini pertahanan tim nasional Prancis mulai menyalakan perang urat syaraf menjelang laga perebutan tiket final. Bek andalan Les Bleus, Ibrahima Konate, mengakui bahwa Spanyol tampil sangat impresif sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Namun, ia menegaskan armada Didier Deschamps sama sekali tidak gentar menghadapi kekuatan La Furia Roja pada babak semifinal di Stadion AT&T, Amerika Serikat, Rabu (15/7) pukul 02.00 WIB.

Ibrahima Konate menyatakan bahwa ketakutan tidak boleh ada di kamus timnya jika ingin melangkah jauh dan mengamankan gelar juara.

“Anda tidak boleh takut kepada siapa pun. Sekarang kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berharap hasil akhirnya akan menguntungkan kami,” ujar Ibrahima Konate tegas seperti dilansir dari Diario AS, Senin.

Pernyataan bek yang baru saja bergabung dengan klub Real Madrid ini muncul sebagai respons langsung atas psywar yang dilemparkan oleh bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Sebelumnya, Yamal sempat melontarkan klaim bahwa Prancis-lah yang seharusnya menaruh rasa takut kepada Spanyol mengingat rekor pertemuan terakhir kedua tim. “Kami telah mengalahkan Prancis dalam dua pertandingan terakhir kami. Bila Prancis harus takut pada satu tim, itu adalah kami. Kita lihat saja apa yang akan terjadi, tetapi kami tidak takut,” ujar Yamal.

Di atas kertas, skuad asuhan Luis de la Fuente memang mengusung modal yang sangat mengerikan. Spanyol tercatat belum terkalahkan dalam 36 pertandingan berturut-turut di seluruh kompetisi, dan hanya kebobolan sebiji gol dari enam laga sepanjang bergulirnya Piala Dunia 2026. La Furia Roja juga menyapu bersih kemenangan pada dua bentrokan terakhir kontra Prancis, termasuk kemenangan dramatis 5-4 dan 2-1 di ajang resmi sebelumnya.

Kendati demikian, Ibrahima Konate mengingatkan rekan-rekan setimnya untuk tidak terhipnotis oleh satu nama besar saja di kubu lawan, termasuk pergerakan Lamine Yamal.

“Spanyol adalah tim yang istimewa, dengan banyak individu berkualitas, jadi kami tidak akan fokus hanya ke satu pemain meski Lamine (Yamal) adalah pemain hebat,” imbuh eks bek Liverpool tersebut.

Pandangan serupa juga diutarakan oleh tandemnya di lini belakang, Maxence Lacroix. Bek Prancis tersebut memastikan Les Bleus menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap catatan impresif Spanyol, tetapi tingkat kepercayaan diri timnya untuk mengunci kemenangan tetap berada di level tertinggi.

“Saya tidak akan bilang ‘takut’, tetapi kami sadar akan kualitas mereka. Mereka memenangi semua pertandingan, kecuali saat bermain imbang 0-0 melawan Tanjung Verde. Kami menghormati mereka karena memiliki pemain-pemain berkualitas tinggi, tetapi kami ingin menang,” kata Lacroix.

Jika berhasil menjinakkan matador Spanyol tengah pekan nanti, Prancis akan mengukir sejarah emas dengan menembus partai final Piala Dunia dalam tiga edisi secara beruntun (2018, 2022, dan 2026). Di panggung sejarah sepak bola modern, baru Jerman Barat dan Brasil yang tercatat mampu membukukan rekor legendaris tersebut.