ATLANTA – Pemenang pertandingan tersebut akan langsung ditunggu oleh Spanyol yang sudah lebih dulu mengamankan tempat di partai puncak. Duel sengit Inggris kontra Argentina dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis (16/7) dini hari WIB, akan menjadi panggung bentrokan paling ekstrem antargenerasi lini serang kedua tim.
Sudut pandang menarik yang belum banyak diangkat adalah adu efektivitas penyelesaian akhir antara kapten gaek yang menolak tua dengan gelandang muda yang sedang meledak. Lini serang Argentina masih berpusat pada magis kapten berusia 39 tahun, Lionel Messi. Pemain berjuluk La Pulga tersebut saat ini bertengger kokoh di jajaran teratas daftar pencetak gol turnamen dengan koleksi 8 gol dari enam laga.
Meskipun gagal mencetak gol saat menumbangkan Swiss 3-1 di perempat final, Messi membuktikan visinya belum pudar dengan menyumbang assist krusial untuk gol pembuka Alexis Mac Allister. Kematangan bermain Messi di usia senja ini akan diuji oleh gelombang energi muda yang dibawa oleh motor serangan utama Inggris, Jude Bellingham.
Bellingham datang ke babak empat besar ini dengan performa yang sangat mengerikan. Gelandang andalan The Three Lions tersebut sukses memborong empat gol hanya dalam dua pertandingan fase gugur terakhir, termasuk dwigol dramatis yang membalikkan keadaan saat membungkam Norwegia 2-1 di babak perpanjangan waktu.
Ketajaman Bellingham yang sejauh ini mengemas total 6 gol akan menjadi ancaman nyata bagi lini belakang La Albiceleste.
Pertandingan ini diprediksi akan sangat menguras fisik mengingat perjalanan kedua tim ke semifinal harus dilalui lewat drama babak tambahan waktu yang melelahkan. Pada akhirnya, laga klasik di Atlanta ini bukan hanya sekadar adu gengsi rivalitas sejarah sepak bola makro, melainkan pembuktian taktik individu: apakah sisa-sisa kejayaan usia emas Lionel Messi mampu menjinakkan ledakan performa masa depan milik Jude Bellingham.





